Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Surabaya mencatat peningkatan jumlah kejadian kebakaran sejak Agustus 2026, seiring musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
"Untuk mulai bulan Agustus sama September memang terjadi peningkatan, mungkin pengaruh dari El Nino juga," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Laksita Rini Sefriani, Selasa (22/9/2026).
Rini menyebut, pada Agustus 2026 tercatat sekitar 55 kejadian kebakaran. Sementara pada September 2026, hingga pertengahan bulan atau tepatnya 15 September, terjadi 21 kejadian kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, mayoritas kebakaran terjadi di lahan kosong yang banyak ditumbuhi rumput kering. Lokasi kejadian paling dominan berada di wilayah barat dan timur Surabaya, salah satunya kawasan Gunung Anyar.
"Di wilayah yang banyak lahan kosong itu ada di wilayah barat, sama di wilayah timur. Salah satunya di wilayah Gunung Anyar," ujarnya.
Rini menjelaskan, lahan-lahan kosong tersebut dipenuhi rumput yang mengering akibat kemarau yang berkepanjangan. Rumput kering sangat sensitif terhadap percikan api kecil seperti dari sisa puntung rokok dan sisa pembakaran sampah. Hal ini dapat menjadi pemicu awal munculnya asap yang kemudian berubah menjadi api.
Meski demikian, Rini menyebut kerugian materiil dari kebakaran lahan kosong ini relatif minim karena berada di area terbuka. Yang menjadi kekhawatiran justru potensi api yang merembet ke pemukiman warga jika tertiup angin kencang.
"Di sana kan lahan terbuka, jadi tidak ada kerugian, yang menjadi kekhawatiran kita adalah angin besar yang akan cepat membawa api merembet ke pemukiman warga," katanya.
Di tengah lonjakan kasus, Rini memastikan pihaknya tidak melakukan penambahan personel maupun armada khusus. Sebab, Damkar Surabaya sudah memiliki 23 pos yang tersebar. Terdiri dari 5 rayon, 17 pos dan 1 pos Puskostis pembantu, dengan jarak antar pos sekitar 2,5 hingga 3 kilometer.
Selain itu, Dinas Kebakaran Kota Surabaya tercatat memiliki sekitar 107 unit armada, mulai dari roda 2 sampai roda 12.
"Semuanya kita standby-kan, termasuk armadanya, kemudian SDM-nya. Teman-teman itu juga bekerja secara shift, ada shift pagi, shift malam dan shift libur, jadi 24 jam siaga," ujar Rini.
Total personel lapangan Damkar Surabaya saat ini berjumlah sekitar 650 orang yang tersebar di 23 pos dan rayon. Mereka bekerja dengan sistem shift, yakni pukul 07.00-19.00 WIB untuk shift pagi, pukul 19.00-07.00 WIB untuk shift malam dan shift libur setelah enam hari bekerja.
"Jadi nanti bisa gantian, tidak bekerja terus. Petugas juga harus ada liburnya," Ujar Rini.
Rini menambahkan, bagi masyarakat yang ingin melaporkan kejadian kebakaran dan penyelamatan dapat menghubungi call center darurat 112 (Bebas Pulsa/24 Jam) atau Telepon Kantor Pusat Damkar Surabaya di (031) 3536346 dan (031) 3533843.
