Heboh Kucing Berkostum-Open Donasi di Tunjungan Tuai Respons Walkot Eri

Round Up

Heboh Kucing Berkostum-Open Donasi di Tunjungan Tuai Respons Walkot Eri

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 23 Sep 2026 09:00 WIB
Kucing berkostum diduga lemas di Jalan Tunjungan Surabaya.
Kucing berkostum diduga lemas di Jalan Tunjungan Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Kucing-kucing berkostum yang tidur santai di tengah keramaian Jalan Tunjungan, Surabaya, menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial. Tingkah sejumlah kucing yang tampak lemas dan tertidur meski berada di tengah banyak orang, memunculkan beragam pertanyaan, termasuk dugaan kucing sengaja diberi obat tidur hingga aktivitas tersebut dianggap sebagai bentuk eksploitasi.

Sorotan itu kemudian berkembang setelah diketahui adanya aktivitas donasi dari pengunjung.

Pemilik kucing, Bimo, membantah dugaan tersebut dan menjelaskan kondisi kucing-kucingnya, sementara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan aktivitas di pedestrian Tunjungan harus sesuai ketentuan dan tidak boleh dilakukan tanpa izin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesaksian Pengunjung

Salah seorang pengunjung yang pernah melihat langsung kucing-kucing tersebut, pemilik akun Threads @ekarahmafh, mengaku melihat kucing berkostum di kawasan Tunjungan pada 8 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisi Jalan Tunjungan cukup ramai dan dia melihat lima kucing dewasa serta seekor kitten berada di lokasi.

"Waktu itu aku ke sana 8 Mei sekitar jam 20.00 WIB malam. Kondisi saat itu ramai karena mungkin banyak yang belum aware dan banyak yang ngajakin kucing-kucing itu untuk foto," kata Eka saat dihubungi detikJatim, Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

Eka mengatakan kucing-kucing tersebut masih bangun ketika diajak berfoto. Namun, dia melihat perilaku kucing cenderung pasif dan seperti tidak bersemangat untuk bergerak sebelum akhirnya kembali tidur.

"Saat diajak foto, kucing itu bangun namun tampak seperti ekspresi 'malas'. Tidak lama setelah itu, aku lihat kucing-kucing itu tidur pada saat yang bersamaan," bebernya.

Menurut Eka, kondisi tersebut membuat dirinya dan temannya khawatir. Terlebih, kucing-kucing itu berada di pinggir jalan raya dengan suasana yang cukup ramai.

"Pada saat ada yang ajak foto, kucing memang bangun tapi seperti bermalas-malasan dan tidak aktif. Dan tidak lama mereka seperti terlihat mengantuk," katanya.

Ia menilai perilaku tersebut terlihat tidak biasa karena sejumlah kucing yang berada di lokasi menunjukkan kondisi serupa.

"Karena posisi juga di pinggir jalan raya jadi seperti tidak lazim kalau kucing-kucing yang di situ semuanya berperilaku sama. Bahkan bisa tidur dengan tenang seperti itu," imbuhnya.

Selain kucing dewasa, Eka melihat seekor kitten berwarna oranye berada di dalam toples. Menurutnya, kitten tersebut dalam kondisi tertidur dan tidak langsung merespons ketika disentuh.

"Aku coba pegang tapi kitten itu tidak bangun sama sekali bahkan badannya cenderung lemas tapi tertidur," ungkapnya.

Meski melihat kondisi tersebut, Eka menegaskan dirinya tidak mengetahui penyebab kucing-kucing itu terlihat pasif dan tertidur secara bersamaan. Ia juga tidak memastikan apakah dugaan yang beredar mengenai pemberian obat tidur benar atau tidak.

"Kami sebenarnya nggak tahu juga kak kebenaran mengenai kucing-kucing itu apakah benar owner-nya melakukan hal yang diasumsikan oleh orang-orang atau tidak," jelasnya.

Ada Donasi untuk Kucing

Dalam kunjungannya, Eka juga melihat adanya aktivitas donasi yang ditujukan untuk kucing-kucing tersebut. Pengunjung dapat memberikan donasi Rp 5 ribu untuk mendapatkan makanan yang kemudian diberikan kepada kucing.

"Kalau untuk donasi yang aku lihat Rp 5 ribu untuk kasih makan kucing. Lalu untuk pegang atau foto seikhlasnya," ungkapnya.

Eka mengatakan donasi tersebut diberikan dalam bentuk snack yang bisa diberikan kepada kucing. Saat itu, dia melihat makanan kering dan creamy treats digunakan untuk memberi makan kucing.

Namun, Eka mengaku tidak memiliki kecurigaan bahwa donasi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi pemilik kucing. Menurutnya, hal yang lebih membuatnya khawatir justru kondisi dan perilaku kucing-kucing yang dilihatnya.

"Mengenai dugaan donasi untuk keuntungan pribadi owner-nya, jujur aku pribadi pada saat itu tidak berpikir sampai ke situ ya kak," ujarnya.

"Yang aku soroti tingkah laku kucing yang cenderung pasif dan tidur di saat yang bersamaan," pungkasnya.

Pemilik Bantah Kucing Diberi Obat Tidur

Bimo selaku pemilik kucing kemudian buka suara mengenai berbagai dugaan yang muncul. Ia membantah kucing-kucing yang dibawanya ke Tunjungan sengaja diberi obat tidur agar tetap tenang di tengah keramaian.

Menurut Bimo, kucing-kucing yang dirawatnya memang memiliki karakter berbeda-beda. Ada yang aktif, tetapi ada pula yang cenderung tenang dan mudah tertidur dalam berbagai kondisi, termasuk ketika berada di tempat ramai.

"Kalau lagi males, males. Dia di manapun kondisinya, apapun, seramai apapun dia akan tidur," kata Bimo.

Bimo menjelaskan kucing yang sudah memiliki kedekatan dan rasa percaya kepada pemiliknya dapat merasa aman ketika berada di sekitar pemiliknya. Hal tersebut, menurut dia, membuat kucing tetap santai meski lingkungan di sekitarnya ramai.

"Kalau kucing udah percaya sama owner-nya, dia itu merasa aman," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi kucing hanya berdasarkan apa yang terlihat dalam video atau unggahan media sosial. Menurutnya, setiap kucing mempunyai karakter dan kebiasaan yang berbeda.

Bimo mengatakan kedekatannya dengan kucing-kucing tersebut juga membuat dirinya memahami karakter masing-masing. Ia mengaku memiliki ketertarikan terhadap hewan dan menyukai hal-hal yang dianggap lucu serta menggemaskan.

Ia menyebut dirinya tidak hanya sebagai pemilik, tetapi juga sebagai orang tua sekaligus catkeeper bagi kucing-kucing yang dirawatnya. Kedekatan tersebut, menurut Bimo, membuat ia mengetahui kebiasaan setiap kucing yang dimilikinya.

Melihat lebih dekat kucing viral berkostum dalam kondisi lemas di Jalan Tunjungan SurabayaPemilik kucing viral berkostum dalam kondisi lemas di Jalan Tunjungan Surabaya Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta

Bimo mengatakan saat ini terdapat 19 kucing yang ia rawat di rumah. Sebagian kucing merupakan hasil adopsi, sedangkan lainnya merupakan hasil perkembangbiakan dari kucing yang sebelumnya sudah dipeliharanya.

Tidak seluruh kucing dibawa ke kawasan Tunjungan. Bimo mengatakan biasanya hanya sekitar enam hingga tujuh kucing yang dibawa secara bergantian. Ada pula dua kucing yang disebut selalu dibawanya ketika bepergian.

Menurut Bimo, perbedaan karakter membuat respons setiap kucing terhadap lingkungan juga tidak sama. Ia menyebut ada kucing yang aktif dan senang mengeksplorasi, tetapi ada pula yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur.

"Setiap kucing itu beda-beda. Beda ras, beda tipe, beda kelamin, beda apapun. Beda semua. Nggak ada yang sama," katanya.

Karena itu, Bimo meminta masyarakat yang penasaran dengan kondisi kucing-kucing tersebut untuk bertanya secara langsung sebelum mengambil kesimpulan.

"Kalau nggak tahu, tanya. Jangan berdasarkan asumsi sendiri," ujar Bimo.

Ia juga mengatakan aktivitas membawa kucing ke ruang publik tidak hanya dilakukan untuk menerima donasi. Menurut Bimo, keberadaan kucing-kucing tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pengunjung mengenai cara merawat hewan peliharaan.

Bimo mengaku kerap menjelaskan kepada pengunjung mengenai makanan, perawatan, hingga pentingnya membangun kedekatan dengan kucing. Menurutnya, hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan tidak hanya terbentuk karena pemberian makanan, tetapi juga melalui waktu yang dihabiskan bersama.

Selain dugaan pemberian obat tidur, aktivitas menerima donasi juga menjadi sorotan. Bimo membantah anggapan bahwa membawa kucing ke Tunjungan dilakukan untuk mencari keuntungan pribadi dari uang yang diberikan pengunjung.

Menurutnya, donasi yang diberikan pengunjung bersifat sukarela. Ia mengatakan uang tersebut digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan kucing-kucing yang dirawatnya, mulai dari makanan, vitamin hingga biaya pemeriksaan dan perawatan dokter hewan.

"Pokoknya uang ini tuh uangnya mereka. Kembalikan ke pakannya, bulanannya mereka, vitaminnya mereka, dokternya mereka," tuturnya.

Bimo menjelaskan salah satu bentuk donasi berasal dari pengunjung yang ingin berfoto sambil menggendong kucing. Ia menegaskan tidak ada nominal wajib yang ditetapkan karena pemberian tersebut dilakukan secara sukarela.

Ia juga mengatakan tetap mengeluarkan biaya pribadi untuk kebutuhan kucing-kucing yang dirawatnya. Seluruh kucing tersebut, menurut Bimo, dipelihara secara pribadi di rumah.

Eri Tegaskan Aktivitas di Pedestrian Harus Berizin

Di tengah sorotan terhadap kucing berkostum tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut memberikan respons. Eri menegaskan pedestrian di kawasan wisata Tunjungan Romansa diperuntukkan bagi pejalan kaki sehingga aktivitas lain, termasuk membawa kucing untuk menerima donasi, tidak diperbolehkan apabila tidak mengantongi izin.

"Yang namanya di Jalan Tunjungan, saya sudah panggil Satpol PP, harus aman dan tidak boleh ada yang jualan atau apapun di pedestrian," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Selasa (22/9/2026). "Kecuali dia mendapatkan izin. Contoh tiba-tiba kayak kucing wingi, yo nggak boleh!"

Eri mengatakan telah meminta petugas memperketat pengawasan di kawasan tersebut. Pengawasan tidak hanya ditujukan terhadap aktivitas kucing berkostum, tetapi juga orang yang berjualan atau melakukan kegiatan lain di area pedestrian.

"Tidak boleh ada orang jualan di sepanjang pedestrian, orang jalan biar nyaman," ujarnya.

Eri memastikan pengawasan di Jalan Tunjungan akan diperketat sehingga aktivitas di area pedestrian hanya diperbolehkan bagi kegiatan yang telah mendapatkan izin dan memenuhi ketentuan dari dinas terkait.

"Tidak boleh orang menampilkan apapun kecuali yang memang sudah disepakati dan ditentukan oleh pariwisata. Ini sudah kami perkuat lagi. Semoga mulai malam ini enggak ada kejadian lagi," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rombongan Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik] (abq/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads