Klarifikasi Pemilik Kucing Berkostum-Open Donasi di Jalan Tunjungan

Klarifikasi Pemilik Kucing Berkostum-Open Donasi di Jalan Tunjungan

Andina Kurnia Winanda - detikJatim
Selasa, 22 Sep 2026 12:30 WIB
Kucing yang viral di Jalan Tunjungan Surabaya
Pemilik kucing yang viral di Jalan Tunjungan Surabaya (Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta/detikJatim)
Surabaya -

Kucing berkostum yang tidur santai di tengah keramaian kawasan Tunjungan, Surabaya, belakangan menjadi sorotan. Tingkah kucing yang tetap terlelap meski dikelilingi banyak orang itu membuat warganet bertanya-tanya.

Salah satu dugaan yang muncul, kucing itu sengaja diberi obat tidur agar tetap tenang saat dibawa ke tempat ramai. Tak hanya itu, aktivitas pemilik membawa kucing dan menerima donasi dari pengunjung, juga disebut-sebut sebagai bentuk eksploitasi.

Pemilik kucing, Bimo, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan, kucing-kucing yang dibawanya memang memiliki karakter yang tenang dan sudah terbiasa berada di dekat dirinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau lagi males, males. Dia di manapun kondisinya, apapun, seramai apapun dia akan tidur," kata Bimo.

ADVERTISEMENT

Menurut Bimo, kucing yang sudah percaya kepada pemiliknya dapat merasa aman meski berada di lingkungan yang ramai. Ia mengatakan, kondisi tersebut yang membuat beberapa kucingnya tetap santai bahkan ketika banyak orang berada di sekitarnya.

"Kalau kucing udah percaya sama owner-nya, dia itu merasa aman," ujarnya.

Bimo juga meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi kucing hanya dari apa yang terlihat dalam video. Menurutnya, karakter setiap kucing berbeda sehingga tidak bisa disamakan.

Di balik aktivitasnya membawa kucing ke tengah keramaian, Bimo mengaku memang memiliki ketertarikan terhadap hewan tersebut. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai orang yang menyukai hal-hal yang dianggap lucu dan menggemaskan.

Bimo mengakui penampilannya mungkin membuat orang memiliki kesan berbeda tentang dirinya. Namun, menurutnya, kecintaannya terhadap kucing memang sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Ia bahkan menyebut dirinya memiliki peran sebagai orang tua, pemilik sekaligus catkeeper bagi kucing-kucing yang dirawatnya. Kedekatan itu pula yang menurutnya membuat ia memahami kebiasaan dan karakter masing-masing kucing.

Bantah Donasi untuk Kepentingan Pribadi

Selain tudingan soal obat tidur, Bimo juga menanggapi anggapan bahwa aktivitas membawa kucing ke Tunjungan dilakukan untuk mencari keuntungan dari donasi pengunjung.

Bimo mengatakan donasi yang diberikan pengunjung bersifat sukarela. Ia menyebut uang tersebut dikembalikan untuk memenuhi kebutuhan kucing, mulai dari makanan, vitamin hingga biaya dokter.

"Pokoknya uang ini tuh uangnya mereka. Kembalikan ke pakannya, bulanannya mereka, vitaminnya mereka, dokternya mereka," tuturnya.

Ia menjelaskan salah satu bentuk donasi berasal dari pengunjung yang ingin berfoto sambil menggendong kucing. Menurut Bimo, nominal yang diberikan tidak ditentukan secara wajib karena sifatnya seikhlasnya.

Bimo juga mengatakan dirinya tetap mengeluarkan biaya untuk kebutuhan kucing-kucing yang dirawatnya. Ia mengaku seluruh kucing tersebut dipelihara secara pribadi di rumah.

Kucing yang viral di Jalan Tunjungan SurabayaKucing yang viral di Jalan Tunjungan Surabaya Foto: Fadli Muhammad Yusuf Aprinanta/detikJatim

Rawat 19 Kucing di Rumah

Bimo mengatakan, saat ini ada 19 kucing yang ia rawat. Sebagian merupakan kucing adopsi, sementara lainnya merupakan hasil perkembangbiakan dari kucing yang sudah dipeliharanya.

Tidak semua kucing dibawa ke Tunjungan. Biasanya sekitar enam hingga tujuh ekor dibawa secara bergantian, dan 2 kucing yang selalu dibawa kemana mana.

Bimo mengaku sudah memahami karakter masing-masing kucing. Menurutnya, ada kucing yang aktif dan senang mengeksplorasi, tetapi ada pula yang lebih banyak tidur.

"Setiap kucing itu beda-beda. Beda ras, beda tipe, beda kelamin, beda apapun. Beda semua. Nggak ada yang sama," katanya.

Ia meminta masyarakat yang penasaran dengan kondisi kucingnya untuk bertanya secara langsung, bukan mengambil kesimpulan berdasarkan asumsi.

"Kalau nggak tahu, tanya. Jangan berdasarkan asumsi sendiri," ujar Bimo.

Bimo mengatakan aktivitas tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai cara merawat kucing. Ia kerap menjelaskan kepada pengunjung mengenai makanan, perawatan hingga pentingnya membangun kedekatan dengan hewan peliharaan.

Menurutnya, kedekatan antara kucing dan pemilik tidak hanya terbentuk karena makanan, tetapi juga karena waktu yang dihabiskan bersama.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads