Unggahan sejumlah kucing berkostum dengan kotak open donasi di Jalan Tunjungan, Surabaya viral di media sosial karena kondisinya yang terlihat lemas dan tidur bersamaan di tengah keramaian. Walkot Eri Cahyadi buka suara soal aktivitas open donasi tersebut.
Eri menegaskan tidak boleh ada aktivitas lain di trotoar kawasan wisata Tunjungan Romansa kecuali para pejalan kaki, termasuk aktivitas kucing berkostum. Namun ada pengecualian. Kecuali jika aktivitas itu sudah mengantongi izin dari dinas terkait.
"Yang namanya di Jalan Tunjungan, saya sudah panggil Satpol PP, harus aman dan tidak boleh ada yang jualan atau apapun di pedestrian," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Selasa (22/9/2026). "Kecuali dia mendapatkan izin. Contoh tiba-tiba kayak kucing wingi, yo nggak boleh!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri menegaskan bahwa dirinya akan mengarahkan agar para petugas di kawasan wisata itu memperketat penjagaan. Selain aktivitas selain berjalan seperti kucing berkostum open donasi, dia juga akan mengarahkan agar petugas memperketat pengawasan orang berjualan.
"Tidak boleh ada orang jualan di sepanjang pedestrian, orang jalan biar nyaman," ujarnya.
Dengan adanya pengetatan pengawasan ini, Eri memastikan bahwa malam ini di Jalan Tunjungan tidak lagi ada aktivitas selain berjalan kaki di trotoar Jalan Tunjungan kecuali yang telah mendapatkan izin dan memenuhi ketentuan Dinas Pariwisata.
"Tidak boleh orang menampilkan apapun kecuali yang memang sudah disepakati dan ditentukan oleh pariwisata. Ini sudah kami perkuat lagi. Semoga mulai malam ini enggak ada kejadian lagi," pungkasnya.
Kucing berkostum open donasi yang tampak 'terlalu' santai hingga tertidur di tengah keramaian kawasan Tunjungan, Surabaya jadi sorotan karena muncul asumsi kucing-kucing itu sengaja diberi obat tidur. Pemilik kucing yang menerima donasi dari pengunjung pun disebut tengah melakukan eksploitasi.
Menanggapi asumsi pubik tersebut, pemilik kucing berkostum open donasi, Bimo membantahnya. Dia mengatakan bahwa kucing-kucing yang dibawanya memang memiliki karakter yang tenang dan sudah terbiasa berada di dekat dirinya.
"Kalau lagi males, males. Dia di mana pun kondisinya, apapun, seramai apapun dia akan tidur," kata Bimo.
Menurut Bimo, kucing yang sudah percaya kepada pemiliknya bisa merasa aman meski berada di lingkungan yang ramai. Kondisi itu yang membuat beberapa kucingnya tampak 'terlalu' santai bahkan sampai tertidur.
"Kalau kucing udah percaya sama owner-nya, dia itu merasa aman," ujarnya.
Bimo juga meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi kucing hanya dari apa yang terlihat dalam video. Menurutnya, karakter setiap kucing berbeda sehingga tidak bisa disamakan.
Selain soal obat tidur, Bimo menanggapi tudingan bahwa dirinya sedang mengeksploitasi kucing demi mencari keuntungan. Dia tegaskan donasi dari pengunjung akan dikembalikan untuk memenuhi kebutuhan kucing, mulai dari makanan, vitamin, hingga biaya dokter.
"Pokoknya uang ini tuh uangnya mereka. Kembalikan ke pakannya, bulanannya mereka, vitaminnya mereka, dokternya mereka," tuturnya.
Dia meminta masyarakat yang penasaran dengan kondisi kucingnya untuk bertanya secara langsung, bukan mengambil kesimpulan berdasarkan asumsi.
"Kalau nggak tahu, tanya. Jangan berdasarkan asumsi sendiri," ujar Bimo.
Dia tegaskan juga bahwa aktivitas di Tunjungan itu dia niatkan juga sebagai edukasi bagaimana cara merawat kucing. Ia kerap menjelaskan kepada pengunjung soal makanan, perawatan, hingga pentingnya membangun kedekatan dengan hewan peliharaan.
