Wagub Emil Ungkap Modifikasi Cuaca Belum Efektif di Jatim, Ini Sebabnya

Wagub Emil Ungkap Modifikasi Cuaca Belum Efektif di Jatim, Ini Sebabnya

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 21 Sep 2026 21:45 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jawa Timur belum dijalankan kembali hingga awal Oktober 2026. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto menyebut awan penghujan hingga saat ini masih sulit ditemukan.

"Memang nggak mudah karena potensi awan itu, kita juga sempat coba ada yang nggak terlaksana. Tetapi ada OMC yang sudah berhasil mendatangkan hujan di wilayah Malang Raya dan Selatan. Jadi ini menyusur sampai ke arah Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek yang kemudian menjadi sebuah oase," ujar Emil usai rapat paripurna di DPRD Jatim, Senin (21/9/2026).

Emil mengatakan OMC akan dilakukan kembali ketika awan potensi hujan ditemukan dan telah mendapat rekomendasi dari BMKG. Nantinya, OMC difokuskan ke wilayah-wilayah pertanian yang terdampak kekeringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tahu beberapa waktu lalu ada OMC yang ditujukan juga untuk bisa beberapa sumber-sumber air terisi. Nah, ini kita tahu awannya nggak mudah, tetapi sudah sempat terjadi dan ini akan terus dilakukan. Jadi pemetaan ini agak dinamis, kita terus melakukan inventarisasi," bebernya.

Emil menyebut Jatim menjadi salah satu wilayah yang dipelototi oleh BNPB di musim kemarau ini. Sebab, Jatim merupakan wilayah lumbung pangan.

ADVERTISEMENT

"Kita terus berikhtiar karena BNPB dan BMKG ini telah menjadikan Jawa Timur salah satu titik prioritas karena kita adalah lumbung pangan nasional. Maka sebisa mungkin kami terus mengamati kondisi awan secara intensif, apabila memungkinkan langsung dimobilisasi OMC," jelasnya.

Untuk anggaran, Emil memastikan Pemprov Jatim telah menyiapkan anggaran untuk OMC di musim kemarau maupun hujan.

"Jadi begini, kalau anggaran untuk kemudian menyikapi kekeringan, itu ada yang namanya Belanja Tidak Terduga (BTT)," terangnya.

"Sebenarnya yang berhasil dilakukan OMC sampai turun hujan memang sekali, dan OMC dilakukan rentang waktunya kurang lebih seminggu. Ini kita juga nggak boleh abaikan terhadap risiko, lalu kemudian terlalu tergesa-gesa melakukan lagi OMC. Jadi ini terus diamati potensi ketersediaan awannya," tandasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads