Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, masih mengalami erupsi. Hingga kini, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berstatus Level 3 atau Siaga.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 21 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 27 kali letusan dalam kurun waktu 6 jam.
Secara visual, letusan teramati sebanyak 10 kali dengan tinggi kolom abu sekitar 100-400 meter. Kolom abu berwarna putih tebal teramati mengarah ke timur. Beberapa letusan juga disertai suara gemuruh dari kawah aktif Gunung Semeru.
Selain letusan, Gunung Semeru juga mengalami 7 kali guguran, 5 kali hembusan, dan 5 kali tremor harmonik.
"Letusan terjadi 27 kali selama 6 jam. Status gunung Semeru masih siaga," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Mukdas Sofian dalam laporan tertulisnya yang diterima detikJatim, Senin (21/9/2026).
Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak Gunung Semeru.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
"Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sejauh 13 KM dari puncak serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar," ujar Sofian.
Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada"
(irb/hil)