Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat aktivitas vulkanik ini disertai suara gemuruh yang terdengar hingga lima kali dari kawah aktif.
Berdasarkan laporan Pos PGA Semeru periode Sabtu (19/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru terekam mengalami 29 kali letusan.
Selain letusan, tercatat pula tiga kali gempa guguran, delapan kali tremor harmonik, dan dua kali gempa tektonik jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terdengar lima kali suara gemuruh dari kawah aktif Gunung Semeru. Status saat ini masih Level III atau Siaga," ujar Petugas Pos PGA Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan resminya.
Menanggapi aktivitas ini, petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Area yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil di sekitarnya.
