Ucapan Terima Kasih Subandi kepada 5.268 Pendonor Darah di Sidoarjo

Ucapan Terima Kasih Subandi kepada 5.268 Pendonor Darah di Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 19:45 WIB
Bupati Subandi saat memberikan cenderamata ke pendonor darah di Sidoarjo
Bupati Subandi saat memberikan cenderamata ke pendonor darah di Sidoarjo (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Sebanyak 5.268 pendonor darah sukarela di Kabupaten Sidoarjo menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam rangka peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi warga yang rutin mendonorkan darah untuk membantu sesama.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pendonor aktif dengan jumlah donor mulai 10 kali hingga 125 kali. Rinciannya, sebanyak 3.650 orang telah melakukan donor darah 10 kali, 1.396 orang sebanyak 25 kali, 139 orang sebanyak 50 kali, 50 orang sebanyak 75 kali, 18 orang sebanyak 100 kali, dan 15 orang telah mencapai 125 kali donor.

Secara simbolis, penghargaan diserahkan Bupati Sidoarjo H Subandi kepada para pendonor dengan jumlah donor terbanyak di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (19/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penerima penghargaan ialah Joko Murdopo. Pria berusia 64 tahun itu tercatat telah mendonorkan darah sebanyak 128 kali.

Joko mengaku masih rutin mendonorkan darah meski frekuensinya kini disesuaikan dengan usianya.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah saya rutin tiap 4 bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Kalau dulu saat masih muda ya 3 bulan sekali," kata Joko kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

"Sejak rutin donor darah itu badan lebih sehat. Justru jika libur tidak donor darah gitu malah badan saya ada yang kurang," imbuhnya.

Para pendonor yang telah mencapai 125 kali donor juga mendapat apresiasi berupa sepeda olahraga. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas konsistensi mereka dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor darah yang selama ini mendukung pelayanan kemanusiaan PMI. Menurutnya, PMI memiliki peran penting dalam pelayanan medis, termasuk saat terjadi bencana maupun kecelakaan.

"Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan. Donor panjenengan sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan," ujar Subandi.

Subandi juga meminta para pendonor tidak berhenti memberikan dukungan kepada PMI. Ia menilai kondisi relawan yang sehat menjadi salah satu kekuatan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah.

"Jangan lelah untuk terus memberikan support dan dukungan. Semoga panjenengan semua selalu sehat sehingga dapat terus mendonorkan darah dan membantu masyarakat yang membutuhkan," pesannya.

Dia menegaskan penghargaan yang diberikan pemerintah dan PMI bukan semata-mata mengenai nilai atau bentuk cenderamata. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan simbol penghormatan kepada warga yang masih memiliki kepedulian dan tergerak membantu sesama.

"Penghargaan ini jangan dipandang dari nilainya. Yang terpenting adalah bagaimana kita masih terpanggil untuk membantu keluarga dan masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui penguatan fasilitas rumah sakit dan puskesmas. Dukungan terhadap PMI juga diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Sidoarjo.

"Kalau relawannya sehat, PMI juga akan semakin kuat. Mari terus kita jaga semangat kemanusiaan ini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengucapkan terima kasih atas seluruh sumbangsih para pendonor," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan kebutuhan darah di Sidoarjo terus meningkat seiring bertambahnya pelayanan kesehatan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 2.215.288 jiwa, kebutuhan darah ideal berada di kisaran 2% dari jumlah penduduk atau sekitar 44.300 kantong darah.

"Namun, realisasinya kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong pada 2024 dan sekitar 57.750 kantong pada 2025. Partisipasi aktif masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor penting sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi," kata Andjar.

Andjar menjelaskan donor darah secara rutin dapat dilakukan hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan medis yang berlaku.

"Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads