Jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo terus dikembangkan. Sebanyak 7.223 sambungan rumah (SR) jargas dibangun di Kecamatan Waru dan Candi.
Peresmian sekaligus persiapan pengoperasian jargas tersebut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bersama jajaran pemerintah daerah dan kementerian terkait.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi atas program jargas yang dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga dan mendukung aktivitas usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kita dengan adanya jaringan gas ini meringankan beban masyarakat kita. Kalau biasanya satu bulan pakai tiga gas, ini hanya satu. Jauh perbedaannya," kata Subandi dalam sambutannya, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pengembangan jargas juga penting bagi Sidoarjo yang dikenal sebagai daerah industri dengan jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang besar. Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, siap mendukung pengembangan jargas, termasuk membantu proses perizinan yang dibutuhkan.
"Kita sebagai pimpinan daerah akan support dan akan membantu. Terkait perizinan-perizinan dan lain-lain, insyaallah kita bantu," ujarnya.
Subandi juga berharap perluasan jargas dapat menyasar wilayah lain di Sidoarjo. Salah satunya Desa Tropodo, Kecamatan Krian, yang dikenal sebagai sentra usaha tahu.
Ia menyebut penggunaan bahan bakar dari sampah plastik oleh pelaku usaha di wilayah tersebut menjadi persoalan lingkungan. Pemkab Sidoarjo telah mengusulkan pembangunan jargas untuk kawasan tersebut.
"Harapan kita tahun 2027 ini bisa terpenuhi dan masyarakat kami tidak lagi ada membakar pakai sampah dari plastik," katanya.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan pembangunan jargas di Sidoarjo merupakan bagian dari program pemerintah yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Dudung menyebut sebanyak 7.223 SR jargas telah terbangun di Kecamatan Waru dan Kecamatan Candi.
"Ini sebagai bagian dari tugas saya sebagai Kepala Staf Kepresidenan dari beberapa kegiatan-kegiatan yang selama ini menjadi hambatan dari beberapa kementerian. Rupanya dengan waktu yang singkat, semuanya bisa berjalan dengan lancar dan didukung oleh kementerian terkait dan terutama khususnya didukung oleh Bupati Sidoarjo," kata Dudung dalam sambutannya.
Ia menyebut pembangunan jargas merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, SKK Migas, PT PGN, serta pihak terkait lainnya.
Menurut Dudung, jargas diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat karena pasokan gas tersedia melalui jaringan pipa sehingga warga tidak perlu bergantung pada pembelian tabung gas.
"Yang tadinya harus beli gas 3 kg yang cukup mahal, sekarang dengan adanya jaringan gas, ini akan semakin murah dan 24 jam kalau misalnya kita kekurangan gas ini akan mudah digunakan," ujarnya.
Dudung juga meminta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menjaga keandalan pasokan dan kualitas layanan, terutama seiring bertambahnya jumlah pelanggan di Sidoarjo.
"Khusus di wilayah ekspansi seperti Sidoarjo, saya menambahkan satu permintaan kepada PT Perusahaan Gas Negara, jagalah keandalan pasokan dan kualitas layanan bagi pelanggan lama seiring bertambahnya pelanggan baru," katanya.
Ia juga meminta Pemkab Sidoarjo kembali menyosialisasikan program jargas kepada masyarakat. Dudung menegaskan pemasangan jaringan pipa jargas tersebut tidak dipungut biaya.
"Pemasangan jaringan, pipa, jalur, itu gratis, tidak dipungut biaya. Sehingga kalau misalnya ada oknum yang memanfaatkan situasi ini, segera dilaporkan saja kepada yang terkait," tegasnya.
Dudung menambahkan pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan program jargas sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
"Saya sebagai Kepala Staf Kepresidenan akan terus mengawal program ini sukses, program prioritas Bapak Presiden, sehingga tujuannya adalah Kabupaten Sidoarjo ini dapat mengoperasikan dengan baik dan masyarakat betul-betul akan menikmati program ini," pungkasnya.
