Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur puluhan kali mengalami erupsi selama 6 jam terakhir. Erupsi itu disertai dengan suara letusan kawah.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 18 September 2026 pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 31 kali letusan.
Sebanyak 5 kali letusan disertai dengan suara letusan dari kawah aktif gunung Semeru. Selain itu, Semeru juga mengeluarkan 9 kali guguran dan satu kali tektonik jauh.
"Gunung Semeru mengalami 31 kali letusan dalam 6 jam dengan disertai beberapa suara letusan," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis dikutip detikJatim, Jumat (18/9/2026).
Petugas mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
Selain itu, masyarakat Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
" Masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di sektor tenggara sejauh 13 KM dari puncak serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar " ujar Yadi.
Simak Video "Video: Pendakian Semeru Ditutup Akibat Munculnya Titik Api di Ranu Kembang"
(ihc/dpe)