Kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kota Pasuruan menunjukkan tren peningkatan tiga bulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan melakukan sejumlah upaya untuk menekan dan mengatasi kasus.
"Cuaca panas dan berdebu memicu tingginya sebaran debu di jalanan merupakan sebab utama peningkatan kasus. Perubahan cuaca ekstrem membuat tubuh lebih rentan terserang virus atau bakteri," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan dr Shierly Marlena, Kamis (17/9/2026).
Shierly menyebut, langkah sederhana untuk mencegah paparan ISPA. Antara lain menggunakan masker saat keluar rumah terutama bagi pengendara motor atau di daerah berpolusi, memperbanyak konsumsi air putih setiap hari, dan menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Kemudian istirahat cukup dan kurangi aktivitas luar ruangan.
"Imbauan dan edukasi kepada masyarakat kami optimalkan baik secara langsung atau melalui berbagai media," jelas Shierly.
Selain pencegahan, pihaknya juga memaksimalkan penanganan pasien. Pelayanan fasilitas kesehatan harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk merespons lonjakan kasus.
"Kami juga meningkatkan fungsi surveilans," pungkasnya.
Data Dinkes Kota Pasuruan menyebutkan peningkatan kasus ISPA pada Juni hingga Agustus 2026. Pada Juni sebanyak 5.093 kasus. Kemudian pada Juli sebanyak 5.907 kasus. Pada Juli terjadi peningkatan 814 kasus 15,99% dibandingkan Juni.
Kasus pada Agustus mencapai 6.176. Angka itu menunjukkan peningkatan 1.083 kasus atau 21,26% dibandingkan Juni.
Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
(abq/hil)