- Cara Merawat Cabai Saat Musim Hujan 1. Perhatikan Drainase 2. Kurangi Penyiraman 3. Jaga Sirkulasi Udara 4. Pantau Hama dan Penyakit 5. Gunakan Pelindung dari Hujan bila Diperlukan
- Cara Merawat Cabai Saat Musim Kemarau 1. Atur Penyiraman 2. Gunakan Mulsa 3. Manfaatkan Irigasi Secara Efisien 4. Pantau Hama dan Penyakit 5. Berikan Penopang Tanaman
- Perawatan Cabai yang Perlu Dilakukan Sepanjang Musim
Merawat tanaman cabai tidak cukup hanya dengan rutin menyiram dan memberi pupuk. Kondisi cuaca juga perlu diperhatikan karena kebutuhan tanaman dapat berubah saat memasuki musim hujan maupun kemarau.
Kementerian Pertanian menyebut cabai dapat tumbuh dan berproduksi pada musim hujan maupun kemarau. Namun, masing-masing musim memiliki tantangan yang berbeda, mulai dari kelebihan air dan meningkatnya risiko penyakit saat musim hujan hingga keterbatasan air pada musim kemarau.
Cara Merawat Cabai Saat Musim Hujan
Musim hujan membuat kelembapan di sekitar tanaman meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu perkembangan sejumlah penyakit pada cabai. Curah hujan tinggi juga berisiko menyebabkan bunga dan bakal buah rontok serta buah lebih mudah mengalami pembusukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Perhatikan Drainase
Air hujan perlu segera dialirkan agar tidak menggenang di sekitar tanaman. Cabai cukup sensitif terhadap drainase yang buruk, sehingga lahan atau media tanam sebaiknya memiliki saluran pembuangan air yang baik. Pada tanaman pot atau polybag, pastikan lubang drainase tidak tersumbat sehingga kelebihan air dapat keluar.
2. Kurangi Penyiraman
Saat hujan turun, penyiraman tidak perlu dilakukan sebanyak ketika musim kemarau. Penyiraman perlu menyesuaikan kondisi tanaman dan cuaca. Karena itu, cek terlebih dahulu kelembapan media tanam sebelum menyiram. Jangan sampai tanaman mendapat tambahan air ketika tanah masih cukup basah.
3. Jaga Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih di sekitar tanaman. Salah satu perawatannya adalah membuang tunas air atau bagian tanaman yang tidak diperlukan. Pewiwilan juga membantu memperbaiki sirkulasi udara sekaligus mengarahkan hasil fotosintesis untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
4. Pantau Hama dan Penyakit
Ditjen Hortikultura Kementan menyebut beberapa gangguan yang dapat meningkat pada kondisi tersebut, antara lain antraknosa, layu Fusarium, virus kuning dan lalat buah. Jika ditemukan gejala serangan, bagian tanaman yang terserang perlu segera ditangani agar masalah tidak meluas.
5. Gunakan Pelindung dari Hujan bila Diperlukan
Penggunaan rain shelter menjadi salah satu pilihan perawatan selama musim hujan untuk membantu mengurangi risiko bunga rontok dan buah busuk serta menjaga kondisi kelembapan tanaman. Teknologi ini menggunakan atap pelindung, misalnya plastik UV, untuk mengurangi paparan air hujan secara langsung pada tanaman.
Cara Merawat Cabai Saat Musim Kemarau
Berbeda dengan musim hujan, tantangan utama merawat tanaman cabai ketika musim kemarau adalah ketersediaan air. Kekurangan air dapat membuat tanaman cabai layu dan mengganggu pertumbuhannya.
1. Atur Penyiraman
Penyiraman perlu dilakukan lebih rutin ketika kondisi tanah mulai kering. Penyiraman pada musim kemarau dapat dilakukan dua kali sehari, dengan waktu yang dianjurkan pada pagi sebelum pukul 10.00 atau sore setelah pukul 16.00.
Frekuensinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan cuaca. Untuk tanaman di pot atau polybag, pemeriksaan kelembapan media menjadi penting karena media dengan volume terbatas dapat lebih cepat kehilangan air.
2. Gunakan Mulsa
Mulsa dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah. Mulsa disebut dapat membantu menjaga kelembapan dan kestabilan kondisi tanah serta mengurangi pencucian unsur hara. Mulsa jerami maupun mulsa plastik dapat digunakan sesuai kondisi budidaya.
3. Manfaatkan Irigasi Secara Efisien
Pada lahan yang mengalami keterbatasan air, pengairan perlu dilakukan secara efisien. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah irigasi tetes. Balai Penelitian Tanaman Sayuran menjelaskan irigasi tetes dapat mengatur pemberian air sesuai kebutuhan tanaman sehingga penggunaan air lebih hemat.
4. Pantau Hama dan Penyakit
Musim kemarau bukan berarti tanaman cabai bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pemantauan serangan OPT sebagai salah satu kunci keberhasilan produksi cabai. Tanaman perlu diperiksa secara berkala, terutama pada daun, batang, bunga dan buah. Penanganan dapat dilakukan sesuai jenis dan tingkat serangan.
5. Berikan Penopang Tanaman
Tanaman cabai yang semakin tinggi dan mulai berbuah membutuhkan penopang agar tidak mudah roboh. Ajir dapat digunakan untuk menopang tanaman, terutama ketika tanaman menghadapi tiupan angin atau beban buah.
Perawatan Cabai yang Perlu Dilakukan Sepanjang Musim
Terlepas dari musim hujan atau kemarau, beberapa perawatan tetap perlu dilakukan secara rutin. Tanaman perlu mendapatkan air sesuai kebutuhan, gulma dikendalikan, tunas air yang tidak diperlukan dibuang, serta kondisi tanaman dipantau untuk mengetahui adanya hama maupun penyakit.
Pemberian nutrisi juga perlu dilakukan secara seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi media tanam. Tanaman yang tumbuh sehat diharapkan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gangguan organisme pengganggu tumbuhan.
Dengan menyesuaikan perawatan berdasarkan kondisi cuaca, tanaman cabai dapat tetap tumbuh dan berproduksi dengan lebih optimal, baik ketika musim hujan maupun musim kemarau.
