116 Santri di Sidoarjo Korban Keracunan MBG Kembali Masuk RS

116 Santri di Sidoarjo Korban Keracunan MBG Kembali Masuk RS

Suparno - detikJatim
Rabu, 09 Sep 2026 19:45 WIB
Santriwati Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo yang mengalami gejala keracunan akibat MBG.
Santriwati Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo yang mengalami gejala keracunan akibat MBG. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Sebanyak 116 santri yang mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dievakuasi ke enam rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo. Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 14.00 WIB, sebanyak 106 santri telah diperbolehkan pulang.

Data tersebut merupakan update penanganan pasien yang mengalami gejala keracunan makanan dan mendapat perawatan di enam rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, membenarkan data tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar," kata Lakhsmie saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data per 9 September 2026 pukul 14.00 WIB, total terdapat 116 pasien yang dievakuasi ke enam rumah sakit. Rinciannya, satu pasien masih dalam observasi, sembilan pasien masih menjalani rawat inap, sementara 106 pasien telah diperbolehkan pulang.

Pasien terbanyak ditangani di RS Siti Hajar, yakni 44 orang. Dari jumlah tersebut, lima pasien masih menjalani rawat inap dan 39 pasien telah diperbolehkan pulang.

Kemudian RSUD RT Notopuro menangani 34 pasien. Sebanyak satu pasien masih dalam observasi, dua pasien menjalani rawat inap, dan 31 pasien telah diperbolehkan pulang.

RS Pusura Candi menangani 13 pasien dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang. Sementara RS DKT menangani tujuh pasien, dengan satu pasien masih menjalani rawat inap dan enam lainnya telah pulang.

Selanjutnya, RS Arafah Anwar menangani 14 pasien. Satu pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan 13 pasien telah diperbolehkan pulang. Sedangkan RS Rahman Rahim menangani empat pasien dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang.

Dengan demikian, dari total 116 santri yang dievakuasi, sebanyak 106 orang telah diperbolehkan pulang, sembilan orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan satu orang masih dalam observasi.

Lakhsmie membenarkan masih ada sembilan santri yang menjalani perawatan. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci rumah sakit mana saja yang saat ini masih merawat sembilan santri tersebut.

"Masih ada sembilan yang dirawat," ujar Lakhsmie.

Sebelumnya, ratusan santri di Sidoarjo mengalami gejala keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan program MBG. Para santri mengalami sejumlah gejala seperti mual, muntah dan pusing hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama instansi terkait masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap para korban. Data jumlah pasien bersifat dinamis seiring proses pemantauan kondisi para santri.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads