Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Sidoarjo, kembali dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan pada Senin (7/9/2026) malam. Total ada 45 santri yang dievakuasi ke dua rumah sakit, yakni RSUD RT Notopuro dan RSI Siti Hajar.
Para santri mengeluhkan sejumlah gejala seperti mual, muntah, dan lemas. Mereka sebelumnya sempat menjalani rawat jalan dan kembali ke pondok usai insiden dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Selasa (8/9) pukul 06.35 WIB, mayoritas santri yang dievakuasi telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total 45 santri dievakuasi pada Senin malam. Sebanyak 33 santri dibawa ke RSUD RT Notopuro, sedangkan 12 santri lainnya dirujuk ke RSI Siti Hajar.
Humas RSUD RT Notopuro, Rizqi Maulana mengatakan, para santri datang secara berangsur pada Senin malam. Mereka merupakan santri yang sebelumnya sempat menjalani perawatan dan kemudian kembali ke pondok.
"Mereka mengeluhkan gejala yang sama, yakni mual, muntah hingga lemas," ujar Rizqi kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Saat ini, kata Rizqi, sudah tidak ada santri yang masih menjalani rawat inap di RSUD RT Notopuro.
Sementara itu, staf Humas RSI Siti Hajar, Machfud, menyebut terdapat santri yang kembali dibawa ke rumah sakit pada Selasa malam.
"Yang tanggal 8 kemarin malam, total 32 orang. Yang rawat inap lima orang, yang lain pulang," kata Machfud.
Sedangkan pada 7 September, lanjut dia, terdapat 12 pasien santri yang dibawa ke RSI Siti Hajar. Dengan demikian, saat ini masih ada lima santri yang menjalani rawat inap di RSI Siti Hajar.
Kondisi kesehatan santri yang kembali memburuk membuat para orang tua khawatir. Salah satunya Shofa (40), wali santri Aisyah Nurin (13), asal Jombang. Shofa mengaku terkejut ketika mendapat kabar pada tengah malam bahwa putrinya kembali dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Shofa, pihak pesantren sebenarnya telah menghentikan pembagian menu MBG sejak kejadian pertama. Ia menduga keluhan yang muncul kembali berkaitan dengan kondisi fisik para santri yang belum sepenuhnya pulih.
Namun, penyebab medis pasti dari keluhan susulan tersebut masih dalam penanganan tim dokter dan Dinas Kesehatan Sidoarjo. Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat maupun pengurus pesantren agar segera membawa santri ke fasilitas kesehatan apabila kembali mengalami keluhan atau kondisi kesehatan memburuk setelah menjalani pengobatan.
Penyelidikan terkait penyebab munculnya keluhan susulan pada para santri masih berlangsung.
