Erupsi kecil masih terjadi di Gunung Semeru hari ini. Berdasarkan pemantauan PVMBG, tercatat sejak pukul 06.00-12.00 WIB, terjadi 29 kali erupsi.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto meminta warga tidak panik. Sebab, Semeru memang hampir setiap hari selalu erupsi kecil selama beberapa tahun terakhir.
"Semeru memang selalu mengeluarkan erupsi. Tetapi kondisi tersebut sudah terjadi sejak tahun 2025 dan statusnya saat ini masih Siaga 3. Kalau untuk status level 3 ini sudah terjadi kurang lebih mulai bulan November 2025," kata Gatot di Surabaya, Rabu (9/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot meminta warga Jatim utamanya yang di sekitar Semeru tidak khawatir. Warga cukup mengikuti instruksi PVMBG agar tidak beraktivitas di sekitar radius-radius yang sudah ditentukan larangannya.
"Ini sudah disampaikan oleh teman-teman PVMBG batasan-batasan wilayah mana masyarakat boleh bertindak ataupun melakukan kegiatan," jelasnya.
Gatot menyatakan belum ditemukan dampak dari erupsi Gunung Semeru yang viral sejak pekan lalu. Pihaknya tetap mengimbau warga mengikuti informasi resmi dari PVMBG.
"Dan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat sudah terpantau di posisi-posisi yang dirasa aman dan tidak mengalami berdampak apapun pada kegiatan harian masyarakat," jelasnya.
"Sejauh ini juga tidak ada evakuasi, karena posisinya hal ini terjadi seperti kegiatan-kegiatan seperti biasanya dan tidak ada hal-hal yang menonjol, karena dari awal sudah memang kondisinya Level 3 sejak tanggal 9 November 2025," tambahnya.
Gatot juga menambahkan, erupsi kecil Semeru yang terjadi setiap hari justru menjadi hal yang baik.
"Kalau Gunung Semeru memang aktif, sehingga dengan adanya kegiatan-kegiatan erupsi ini justru baik untuk Semeru karena tidak menahan gejolak yang dari dalam bumi karena harus dikeluarkan setiap saat," tandasnya.
