Gunung Semeru Level III Siaga, Apa Artinya? Ini Rekomendasi PVMBG

Gunung Semeru Level III Siaga, Apa Artinya? Ini Rekomendasi PVMBG

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 09 Sep 2026 12:30 WIB
Ilustrasi erupsi gunung berapi. Gunung Semeru Level III Siaga.
Ilustrasi erupsi gunung berapi. Gunung Semeru Level III Siaga. Foto: Gemini AI
Lumajang -

Gunung Semeru di Jawa Timur masih berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan pengamatan PVMBG pada Rabu, 9 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, aktivitas kegempaan Gunung Semeru masih tercatat, termasuk gempa letusan/erupsi, guguran, dan harmonik.

Status Level III atau Siaga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gunung api yang semakin nyata atau gunung api sedang mengalami erupsi. Lantas, apa arti status tersebut dan apa saja rekomendasi yang perlu diperhatikan masyarakat sekitar Gunung Semeru?

Gunung Semeru berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gunung api ini memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan posisi geografis pada 8,108° Lintang Selatan dan 112,92° Bujur Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Arti Gunung Semeru Level III atau Siaga?

Status Level III (Siaga) merupakan salah satu tingkat aktivitas gunung api yang ditetapkan berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental. Pada status ini, aktivitas gunung api mengalami peningkatan yang semakin nyata atau gunung api sedang mengalami erupsi.

Ancaman bahaya erupsi dapat meluas, tetapi tidak mengancam pemukiman penduduk. Masyarakat di kawasan yang berpotensi terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi yang diberikan pemerintah melalui PVMBG.

ADVERTISEMENT

Untuk wilayah yang masuk KRB I, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar lembah sungai yang berhulu di daerah puncak.

Masyarakat di KRB II mulai perlu menyiapkan diri untuk mengungsi sambil menunggu perintah dari pemerintah daerah sesuai rekomendasi teknis Kementerian ESDM.

Adapun masyarakat yang berada di KRB III tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di wilayah yang terancam dan mulai menyiapkan diri untuk mengungsi.

Aktivitas Gunung Semeru Hari Ini

Dalam pengamatan PVMBG periode 00.00-06.00 WIB, Rabu, 9 September 2026, Gunung Semeru teramati tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah utara dan timur laut. Suhu udara berada di kisaran 20-21 derajat Celsius. Dari pengamatan kegempaan tercatat sebagai berikut.

  • 29 kali gempa letusan/erupsi, dengan amplitudo 11-23 mm dan lama gempa 56-181 detik.
  • 4 kali gempa guguran, dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 49-78 detik.
  • 4 kali gempa harmonik, dengan amplitudo 8-11 mm dan lama gempa 147-800 detik.

Rekomendasi PVMBG untuk Gunung Semeru

Seiring dengan status Level III (Siaga) Gunung Semeru, PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi yang perlu diperhatikan masyarakat di sekitar Gunung Semeru sebagai berikut.

1. Hindari Sektor Tenggara Besuk Kobokan

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

2. Jangan Beraktivitas dalam Radius 5 Kilometer dari Kawah

PVMBG juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

3. Waspadai Awan Panas, Guguran Lava, dan Lahar

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Semeru Berstatus Siaga?

Status Level III (Siaga) menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru mengalami peningkatan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berada di kawasan rawan bencana.

Masyarakat juga perlu mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai area berbahaya. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar juga perlu diwaspadai, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads