Jembatan Gantung Terpanjang se-Jawa Ada di Malang, Begini Penampakannya

Jembatan Gantung Terpanjang se-Jawa Ada di Malang, Begini Penampakannya

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 09 Sep 2026 20:00 WIB
Jembatan perintis hubungan Kecamatan Kepanjen dan Sumberpucung
Jembatan perintis hubungan Kecamatan Kepanjen dan Sumberpucung/Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Malang -

Warga di perbatasan Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Sumberpucung, Malang kini bisa bernapas lega. Jembatan Perintis Garuda Termangun yang membentang di atas Sungai Metro bisa menjadi jalan pintas.

Jembatan gantung itu diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan jembatan lain di Indonesia pada 9 Maret 2026 lalu. Jembatan Garuda Termangu adalah jembatan gantung yang menghubungkan Desa Ternyang (Kecamatan Sumberpucung) dan Desa Mangunrejo (Kecamatan Kepanjen). Kata 'Termangu' sendiri merupakan singkatan dari Ternyang dan Mangunrejo.

Dengan panjang membentang 143 meter dan lebar 1,2 meter, jembatan ini pun disebut merupakan jembatan gantung terpanjang di Pulau Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses pengerjaannya digarap langsung secara swadaya oleh prajurit TNI AD bersama warga setempat. Jembatan yang konstruksinya memadukan material kayu, rangka baja, serta tali baja penopang ini menghubungkan ujung timur dan barat jembatan.

ADVERTISEMENT

Hadirnya jembatan Termangu tersebut sukses memangkas waktu tempuh antar wilayah secara signifikan. Jika sebelumnya warga harus memutar jauh hingga belasan kilometer, kini mobilitas harian jauh lebih praktis dan efisien.

Dari pantauan detikJatim, Rabu (9/9/2026), warga hilir mudik memanfaatkan jembatan sebagai sarana penghubung melintasi Sungai Metro. Ada yang berjalan kaki bersama keluarga, lalu ada mereka yang ingin mempercepat jarak tempuh dengan menaiki motor.

Herman (40), salah satu pengendara motor mengaku ketika melintas harus bergantian. Ia pun membeberkan bagaimana ketika menyeberangi jembatan tersebut.

"Gak takut, karena aman. Cuman kalau sudah di tengah merasakan pantulan itu saja. Harus bergantian karena jembatannya tidak lebar," ucapnya ditemui di lokasi, Rabu (9/9/2026).

Kehadiran jalur pintas ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Kemudahan akses ini langsung terasa dampaknya pada efisiensi waktu perjalanan sehari-hari.

"Bisa lebih cepat, karena kalau mutar bisa 30 kilometer," kata Sukirno (55), salah satu warga sekitar ditemui terpisah.

Tidak hanya memperlancar angkutan hasil panen serta komoditas pertanian, jalur ini menjadi akses vital bagi anak sekolah dan warga yang ingin menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen.

Menariknya, jembatan ini juga mendadak jadi destinasi wisata lokal baru. Banyak warga berdatangan untuk menikmati sensasi memacu adrenalin saat melintas, memancing ikan di Sungai Metro, hingga berburu kuliner khas seperti rujak dan nasi empok di sekitar lokasi.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads