Jembatan di jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang akhirnya dipasang pembatas di bagian sisi timur. Langkah ini untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mencegah adanya bunuh diri.
Pemasangan pagar kawat pada sisi timur Jembatan Suhat menjadi sorotan di saat musim mahasiswa baru yang memulai aktivitas di perguruan tinggi masing-masing. Dari pantauan di lapangan, pagar setinggi hampir 2 meter terlihat baru dipasang.
Pemasangan pasar dimulai dari sisi utara jembatan hingga ke selatan. Sayangnya, pemasangan pagar tidak dilakukan pada sisi barat jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, sisi tersebut banyak dimanfaatkan pejalan kaki ketika melintas di atas jembatan dari arah Jalan Soekarno-Hatta menuju simpang tiga Jalan MT Haryono atau kampus Universitas Brawijaya (UB).
Pj Sekda Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, pemasangan pagar pengamanan dilakukan oleh Dinas Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Hal itu sesuai dengan status Jalan Soekarno-Hatta merupakan jalan propinsi.
"Dinas Bina Marga Propinsi Jawa Timur (yang pasang), karena kewenangannya ada di sana," ucap Dandung saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Menurut Dandung, pemasangan pagar pembatas atau pengaman tak lain karena beberapa waktu lalu, beberapa kali diketahui adanya kejadian bunuh diri.
"Kita tidak mengajukan, selama ini kan banyak berita-berita orang bunuh diri. Sehingga direspons sama Pemprov dengan memberikan pagar pengaman seperti itu," tuturnya.
Dandung mengungkapkan, dengan adanya pagar pengaman di jembatan Suhat akan semakin memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pejalan kaki saat melintas di lokasi.
"Harapannya masyarakat itu merasa lebih nyaman, lebih aman pada saat menggunakan jembatan itu," tandasnya.
Pemkot Malang juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga adanya pagar pengaman tersebut. Jangan sampai, pagar sudah dipasang justru digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai peruntukannya.
"Terus kami juga berharap bahwa masyarakat itu juga harus ikut memelihara juga. Jangan digunakan untuk kegiatan-kegiatan atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan dan peruntukan," harapnya.
Seperti diketahui, ada dua konstruksi jembatan di Suhat. Jembatan lama di sisi sebelah timur menggunakan kerangka baja, sementara pada sisi barat, jembatan dibangun menggunakan beton.
Sebelumnya, jembatan Suhat beberapa kali menjadi lokasi bunuh diri. Berdasarkan catatan kepolisian sepanjang 2024 hingga 2025, sudah ada empat kali peristiwa percobaan bunuh diri atau orang menjatuhkan diri dari atas jembatan yang dibangun sejak tahun 1988 itu.
