Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi wilayah Jawa Timur (Jatim). Sebanyak 3.834,35 Hektare (Ha) telah hangus terbakar di Jatim.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut, saat ini karhutla masih terjadi di wilayah Gunung Ijen dan Gunung Buthak. Ratusan hektare terbakar di Gunung Buthak.
"Kalau Gunung Buthak saat ini sudah lebih dari 300 Hektare yang terbakar. Datanya masih sangat mungkin bertambah karena terus dilakukan pendataan. Sementara di Gunung Ijen ada 20 Hektare yang terbakar," kata Gatot saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dua gunung tersebut, kata Gatot terus dilakukan upaya pemadaman baik melalui darat maupun udara dengan water bombing.
"Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) sedang diupayakan di sekitar Gunung Ijen karena ada awan yang berpotensi bisa turun hujan. Water bombing juga terus kami lakukan di Ijen, sementara di Gunung Bathok juga dilakukan pemadaman melalui darat," tambahnya.
Gatot menyebut beberapa kawasan gunung di Jawa Timur punya potensi karhutla di musim kemarau 2026 ini. Di antaranya Gunung Semeru, Gunung Bromo, hingga Gunung Ijen.
"Kemarin yang di sekitaran wilayah Semeru telah padam pada hari Sabtu. Lalu di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yakni di Gunung Arjuno, Welirang itu ada potensi, dan alhamdulillah saat ini sudah padam," terangnya.
"Yang kita fokus antisipasi memang di area Arjuno maupun area Wilis. Tetapi alhamdulillah hingga hari ini masih bisa dikendalikan dan tim darat sudah melakukan pembasahan-pembasahan di wilayah-wilayah yang dirasa rentan," tambahnya.
Gatot menambahkan di bulan September ini ada potensi awan hujan melintas di Jawa Timur. Pihaknya akan melakukan OMC ketika ada rekomendasi dari BMKG.
"Apabila ada awan yang bisa dilakukan OMC atas rekomendasi BMKG, kami akan lakukan OMC utamanya di wilayah yang sedang terjadi karhutla atau kekeringan parah," tandasnya.
