Kebakaran hutan yang menerjang kawasan Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang meluas hingga diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas 300 hektare. Pada Senin (7/9/2026), tim gabungan kembali memaksimalkan upaya pemadaman darat guna menyisir sisa-sisa bara api di area puncak dan lereng gunung.
Rentetan kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Selasa (1/9) dan sempat membakar lahan seluas 15 hektare sebelum akhirnya padam pada sore harinya. Namun, hempasan angin kencang memicu titik api baru di lokasi semula pada Jumat (4/9) sekira pukul 10.00 WIB, hingga berlanjut meluas ke beberapa area lain.
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengungkapkan lonjakan luasan lahan yang terbakar terjadi secara signifikan akibat angin kencang yang melanda kawasan puncak dalam beberapa hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data luasan kemarin sudah mencapai 300-an hektar. Kemarin memang hari Sabtu dan Minggu itu anginnya sangat kencang luar biasa," kata Kelik saat dihubungi detikJatim, Senin (7/9/2026).
Saat ini, kobaran api terpantau masih cukup besar di kawasan Kawi Najang. Pihak Perhutani dan tim gabungan terus berupaya membendung rembetan api dengan melancarkan operasi penyisiran manual serta pembuatan sekat bakar di titik-titik yang memungkinkan.
"Kita lanjutkan dengan cara manual, menyisir potensi-potensi bara yang masih tersisa. Sementara ini yang lumayan agak besar di sekitar Kawi Najang sana apinya. Untuk jangkauan ke sana sepertinya susah karena medannya ekstrem, jadi kita memantau sambil membuat sekat-sekat bakar yang memungkinkan," jelas Kelik.
Sebanyak kurang lebih 100 personel gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam beberapa jalur pergerakan untuk menyisir dan mengamankan lokasi dari berbagai penjuru lereng.
"Tim darat bergerak dari arah barat, kemudian dari Kucur juga bergerak, dan tentunya dari Pesanggrahan juga bergerak. Perkiraan ada 100-an orang personel," lanjutnya.
Mengenai bantuan pemadaman udara, armada helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur sebelumnya sempat menyiramkan sekitar 8.000 liter air pada Sabtu (5/9). Namun, operasional helikopter sempat dihentikan akibat cuaca buruk dan kemudian dialihkan ke Gunung Ijen pada Minggu (6/9) lantaran pertimbangan kondisi darurat yang lebih mendesak.
Pihak Perhutani terus menjalin komunikasi intensif dengan BPBD Jatim untuk menjadwalkan kembali bantuan operasi water bombing di Gunung Buthak jika kondisi lapangan membutuhkan penanganan udara susulan.
"Water bombing nanti kita komunikasikan juga dengan BPBD Jatim untuk barangkali nanti dilihat situasinya, kita jadwalkan untuk water bombing selanjutnya. Setiap hari kita komunikasikan perkembangan dari situasi yang ada," ujar Kelik.
Kelik menambahkan, kondisi hembusan angin di puncak Gunung Buthak pada Senin siang relatif mulai mereda dibandingkan hari-hari sebelumnya, meski kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat arah angin di pegunungan dapat berubah sewaktu-waktu.
Demi mengantisipasi potensi bahaya serta menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan, seluruh jalur pendakian ke Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong masih ditutup total hingga situasi benar-benar kondusif dan dinyatakan aman.
