Pemerintah Tulungagung melakukan identifikasi mendalam terkait konflik antara warga dengan pengelola pemakaman elite di Kecamatan Tanggunggunung. Identifikasi melihat seluruh pemangku kebijakan.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, hari ini pihak bersama kepolisian mengumpulkan seluruh instansi terkait untuk menggali informasi terkait kelengkapan perizinan hingga status lahan pemakaman di Desa Ngepoh.
"Jadi dari dinas-dinas sudah menyampaikan penjelasannya, prosesnya, hanya itu aja. Nanti untuk bahan langkah apa yang kita ambil," kata Ahmad Baharudin, Senin (7/9/2026) di Polres Tulungagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan identifikasi terhadap masyarakat yang menolak keberadaan komplek pemakaman elite tersebut. Pihaknya mengaku akan mengedepankan kondusifitas wilayah agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.
Ahmad Baharudin mengaku akan menindaklanjuti pertemuan hari ini dengan komunikasi lanjutkan dengan menghadirkan pihak pengelola makam maupun masyarakat yang kontra.
"Investasi jalan terus, tapi kita harus mengedepankan kondusifitas," ujarnya.
Dari hasil pertemuan lintas instansi ini pihaknya telah mendapatkan gambaran terkait status pemanfaatan lahan hingga perizinan pihak pengelola.
"Kalau dilihat dari perizinan itu sudah lengkap dan sudah sesuai dengan prosedurnya," imbuhnya.
Plt Bupati mengakui belum mengetahui secara detail terkait persoalan yang dipertentangkan oleh warga. Identifikasi masalah tersebut diharapkan akan menemukan solusi terbaik di antara kedua belah pihak.
"Yang dipermasalahkan masyarakat, saya belum begitu memahami masyarakat, kemarin hanya ada pemakaman, keberatan keberadaan pemakaman modern itu," jelasnya.
Sementara itu Camat Tanggunggunung Deddy Eka Purnama mengaku penolakan keberadaan makam elite tersebut telah terjadi lama. Warga yang menolak berdalih memiliki hak untuk melakukan pengelolaan lahan tersebut.
"Bukan sengketa lahan, tapi warga merasa memiliki hak untuk mengelola lahan," jelasnya.
Konflik terakhir terjadi pekan lalu saat pihak pengelola malam hendak memakamkan salah satu anggota keluarganya. Namun, mendapatkan penolakan dari warga.
"Akhirnya nggak jadi dan kalau tidak salah dimakamkan di Malang," imbuhnya.
