Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Gunung Ijen hari ini. BPBD Jatim membeberkan kondisi terbaru karhutla Gunung Ijen.
"Sebagaimana kita ketahui tanggal 3 September Ijen mengalami kebakaran dan kami mengirimkan helikopter water bombing setelah adanya surat permohonan dari BKSDA dan juga surat tanggap darurat Bupati Banyuwangi. Sehingga pada hari Minggu kemarin, pascaditutupnya operasi kebakaran hutan di Semeru, maka helikopter water bombing kami geser ke Banyuwangi dan beroperasi melalui Bondowoso," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Gedung DPRD Jatim, Senin (7/9/2026).
Gatot menyebut, water bombing telah dikerahkan untuk memadamkan karhutla Gunung Ijen. Sudah ada dua kali sortie yang dilakukan untuk memadamkan Gunung Ijen.
"Pada hari Minggu kemarin melakukan dua kali sortie untuk water bombing dengan kapasitas sekali water bombing sebanyak 1 ton, artinya dua kali water bombing ada 2 ton," jelasnya.
Untuk Senin ini, Gatot menyebut water bombing tidak dilakukan di Gunung Ijen. Sebab, helikopter dilakukan perbaikan dan akan beroperasi kembali pada Selasa.
"Khusus hari Senin, seperti biasanya, helikopter mendapatkan perawatan rutin sehingga pada hari Senin ini tidak dilakukan water bombing. Water bombing akan dilakukan kembali pada hari Selasa," jelasnya.
Sejauh ini, Gatot mengungkap luasan lahan di Gunung Ijen yang terbakar yakni 20 hektare (Ha). Data tersebut masih berpotensi bertambah karena pendataan terus dilakukan.
"Hingga hari ini data masih tetap, daerah yang mengalami dampak kebakaran sebanyak 20 hektare. Ini bisa berkembang datanya karena memang belum dilakukan pemetaan kembali," tandasnya.
Simak Video "Video: Blak-blakan Komisi IV DPR Soal Luasan Lahan Terbakar di 2026"
(abq/hil)