Waspada! Gelombang Tinggi Ancam Perairan Jatim hingga 10 September

Waspada! Gelombang Tinggi Ancam Perairan Jatim hingga 10 September

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 07 Sep 2026 10:45 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan Jatim.
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan Jatim. (Foto: Gemini AI)
Surabaya -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memprakirakan gelombang tinggi berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Jawa Timur pada 7-10 September 2026. Ketinggian gelombang diprakirakan mencapai antara 1,25 meter-2,5 meter, atau antara 2,5 meter-4 meter.

Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Kangean bagian utara dan selatan, Perairan Kepulauan Sapudi bagian selatan, serta perairan Situbondo bagian timur.

Sementara gelombang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter, berpotensi terjadi di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Perairan Malang, Lumajang, Jember, serta Banyuwangi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengingatkan masyarakat yang hendak beraktivitas di wilayah perairan Jatim dapat senantiasa waspada.

ADVERTISEMENT

"Arah angin dominan dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan antara 5-20 knots," ujar Sutarno saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (7/9/2026).

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah perairan Jatim secara umum cerah berawan hingga berawan. BMKG juga menyampaikan imbauan tentang keselamatan bagi masyarakat dan pelaku pelayaran. Perahu nelayan diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

"Kapal tongkang dapat waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot serta tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," tuturnya.

Sedangkan kapal ferry dapat waspada apabila kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

"Masyarakat dapat mengikuti informasi terkini yang disampaikan BMKG sebelum beraktivitas," pungkas Sutarno.



(hil/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads