Kasus cekcok antar-tetangga gegara pembakaran sampah di Jalan Lesti, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu berakhir damai. Kepolisian memastikan kedua belah pihak telah dimediasi dan sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Polsek Batu turun tangan memfasilitasi pertemuan antara pengunggah video dengan pihak tetangga yang membakar sampah demi menjaga kondusivitas lingkungan setempat.
"Terkait video Ngaglik udah di mediasi dua belah pihak saling menerima dan saling bermaaf-maafan, sudah dikumpulkan di balai kelurahan," ujar Kapolsek Batu AKP Muhammad Subhan kepada detikJatim, Minggu (6/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subhan menjelaskan, proses mediasi yang berlangsung di Balai Kelurahan Ngaglik tersebut berjalan lancar. Kedua belah pihak saling menyadari kekhilafan masing-masing hingga akhirnya menyepakati jalan damai tanpa melanjutkan persoalan ke ranah hukum.
Dalam pertemuan tersebut, pihak yang membakar sampah berjanji untuk tidak lagi melakukan aktivitas bakar-bakar sampah yang mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga sekitar, khususnya balita yang ada di lingkungan tersebut.
"Kedua pihak sudah memahami dan sepakat untuk saling memaafkan. Lingkungan juga diharapkan kembali kondusif," tambahnya.
Sebelumnya, video perselisihan dua tetangga di Kelurahan Ngaglik sempat viral di media sosial. Peristiwa itu bermula saat seorang ibu muda menegur tetangganya yang membakar sampah karena khawatir asap pekat mengganggu bayinya yang memiliki riwayat penyakit infeksi paru-paru.
Teguran tersebut sempat memicu cekcok mulut hingga rekaman videonya tersebar di media sosial dan mendapat sorotan tajam dari warganet.
(auh/hil)
