7 Fakta Ibu Muda di Batu Tegur Tetangga Bakar Sampah Berujung Cekcok

7 Fakta Ibu Muda di Batu Tegur Tetangga Bakar Sampah Berujung Cekcok

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 10:40 WIB
Tangkapan layar video viral konflik tetangga gegara bakar-bakar sampah di Kota Batu. Perekam video menegur tetangganya mematikan api bakaran karena punya bayi yang sempat infeksi paru-paru.
Konflik gegara bakar-bakar sampah/Foto: tangkapan layar/dok. Instagram @alfiandiyyy)
Kota Batu -

Video cekcok antar-tetangga gegara pembakaran sampah di Jalan Lesti, RT 05/RW 03, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, viral di media sosial. Persoalan itu bermula ketika asap pembakaran sampah masuk ke rumah seorang warga yang memiliki bayi berusia sekitar satu bulan hingga membuat sang ibu menegur tetangganya.

Teguran yang awalnya disampaikan secara baik-baik tersebut justru berujung cekcok dan menjadi perbincangan setelah videonya ramai di media sosial.

Berikut fakta-faktanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bermula dari Asap Pembakaran Sampah

Persoalan bermula ketika Novrinia Indraswari melihat tetangganya sedang membakar sampah di lahan kosong di belakang rumah, sementara asap pembakaran masuk ke rumahnya. Novrinia kemudian menegur tetangganya karena khawatir asap tersebut mengganggu bayinya yang baru berusia sekitar satu bulan.

"Emang setiap hari orangnya bakar-bakar sampah ya, enggak tahu waktu. Cuman kan biasanya aku diam aja enggak pernah tak tegur. Terus kemarin itu kok baunya kayak bau ban dibakar dan menyengat pol," ujar Novrinia kepada detikJatim, Sabtu (5/9/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Novrinia, pembakaran sampah di lahan tersebut bukan baru sekali terjadi karena dilakukan hampir setiap hari dengan waktu yang tidak menentu, mulai pagi, sore hingga malam. Namun, dia mengaku baru kali itu menegur karena asap pembakaran berbau menyengat dan masuk ke rumahnya.

2. Teguran Pertama Disampaikan Baik-baik

Novrinia mengatakan dirinya berusaha menyampaikan teguran secara baik-baik karena memahami lahan tempat pembakaran merupakan milik tetangganya. Dia meminta api dipadamkan karena khawatir asap pembakaran berdampak terhadap kondisi bayinya yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

"Saya bilang pelan-pelan, 'Mas, boleh dimatikan ta? Soalnya saya punya bayi.' Saya tahu diri itu tanah milik dia, takutnya tersinggung. Tapi pas dilihat dari pintu kamar, kok belum dimatikan," tutur Novrinia.

3. Api Tak Kunjung Dipadamkan

Karena api masih menyala, Novrinia kembali keluar rumah untuk meminta tetangganya menghentikan pembakaran sampah tersebut. Namun, menurut Novrinia, respons yang diterimanya justru membuat persoalan semakin memanas.

"Pas ditegur kedua kali, orangnya malah jawab 'Alah wong sampah plastik ae, mari ngene mari Mbak' dan enggak mau mematikan," lanjutnya.

4. Teguran Berujung Cekcok

Persoalan kemudian berkembang menjadi cekcok antara Novrinia dan tetangganya, sementara dalam video yang beredar terlihat tetangganya sempat menyiram api menggunakan selang. Meski api kemudian disiram, perdebatan keduanya tetap berlanjut dan persoalan melebar ke hal lain.

Novrinia mengaku perdebatan tersebut kemudian merembet pada persoalan dirinya yang disebut sebagai pendatang hingga muncul komentar mengenai fisiknya. Dia juga menyebut istri tetangganya ikut datang dan meminta agar api tidak dipadamkan.

"Dia bilang 'Wong kon pendatang ae! Kon sing ngalih o'. Karena kalah argumen, dia malah ngata-ngatain 'raimu kayak ngono ae' membawa fisik. Terus istrinya juga datang bukannya meredakan malah bilang 'Wis ojok dipateni! Ojok dipateni!'," jelasnya.

5. Video Cekcok Viral di Media Sosial

Video cekcok tersebut kemudian viral setelah diunggah akun @alfiandiyyy yang telah memberikan izin unggahannya dikutip. Hingga Jumat (4/9/2026) pukul 15.07 WIB, video yang diunggah dua hari sebelumnya itu telah mendapatkan 60,8 ribu tanda suka dan 10,6 ribu komentar.

Setelah video viral, Novrinia mengaku dihubungi pihak Kelurahan Ngaglik pada Jumat (4/9) untuk menghadiri mediasi dengan tetangganya. Namun, dia keberatan karena mengaku diminta datang sendiri tanpa didampingi suami yang saat itu sedang bekerja, serta disebut diminta menghapus video yang telah diunggah.

"Pihak kelurahan telepon bilang Pak Lurah minta mediasi sekarang dan suruh take down video. Saya bilang enggak bisa sekarang karena di rumah sendiri jaga bayi, suami lagi kerja. Tapi dijawab harus sendiri, enggak boleh sama suami," tutur Novrinia.

6. Novrinia Mengaku Merasa Ditekan

Novrinia juga mengaku mendapat pertanyaan mengenai konsekuensi hukum ketika meminta mediasi ditunda agar dapat didampingi suaminya. Dia semakin keberatan karena menurutnya pihak tetangga disebut akan datang bersama pengacara.

"Orangnya bilang di sana ada pengacara, terus tanya 'Berarti sudah siap untuk menerima konsekuensinya laporan?'. Saya kan ngerasa lho kok responnya gini, harusnya membela saya sebagai korban kok malah menekan begitu. Tapi saya tegaskan, saya siap maju demi anak saya," tegasnya.

7. Belum Ada Kesepakatan Damai

Hingga Sabtu (5/9) pagi, Novrinia mengatakan belum ada mediasi yang menghasilkan kesepakatan ataupun permintaan maaf secara langsung dari pihak tetangganya. Dia juga meminta persoalan tersebut tidak sekadar diselesaikan dengan menghapus video karena menurutnya masalah pembakaran sampah telah terjadi berulang kali.

"Enggak ada itu (informasi damai), belum ada sama sekali. Sampai sekarang belum ada mediasi yang ketemu titik terang atau permintaan maaf secara langsung dari pihak yang bersangkutan," ujar Novrinia saat dihubungi detikJatim, Sabtu (5/9/2026).

Novrinia mengatakan, pihak kelurahan sempat memintanya datang ke kantor untuk mengikuti mediasi, tetapi dia meminta proses tersebut ditunda agar dapat didampingi suaminya. Dia juga menyayangkan permintaan agar video dihapus sebelum persoalan antara kedua pihak mendapatkan penyelesaian.

"Saya diminta ke kelurahan saat itu juga dan harus sendiri, tidak boleh sama suami. Lah saya di rumah menjaga bayi dan suami lagi kerja. Begitu saya minta ditunda besok biar ada pendamping, malah ditakut-takuti soal konsekuensi hukum," ungkapnya.

"Pak Lurah juga minta videonya di-take down. Jujur saya berat hati kalau main hapus gitu aja. Orang yang membakar sampah sampai sekarang belum ke rumah minta maaf, kalau cuma selesai begitu saja ya saya yang rugi," tegas Novrinia.

8. Polisi Turun Tangan

Persoalan tersebut mulai mendapat perhatian kepolisian setelah Kanit Polsek Batu menghubungi Novrinia melalui WhatsApp untuk menggali informasi mengenai kejadian tersebut. Novrinia mengatakan polisi berencana mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan lebih lanjut dan dia berharap persoalan tersebut ditangani secara adil.

"Kanit Polsek Batu sudah komunikasi via WhatsApp. Rencananya polisi mau sowan ke rumah untuk minta keterangan lebih lanjut. Saya berharap ada penanganan yang adil dan memberikan efek jera," tandasnya.

Novrinia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian dan pembakaran sampah yang menurutnya dilakukan berulang kali bisa mendapatkan penanganan. Dia meminta ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak mengganggu warga di sekitar lokasi.

"Harapannya semoga pelakunya dikasih efek jera. Biar diproses sama polisi dan ada tindakan tegas," tandasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Ikut Parade Berwarna di Museum Angkut Kota Batu"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads