Selain Anak Krakatau Ada Semeru, Ini 5 Gunung Api Berstatus Level III

Selain Anak Krakatau Ada Semeru, Ini 5 Gunung Api Berstatus Level III

Irma Budiarti - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 12:20 WIB
Gunung Semeru erupsi
Gunung Semeru erupsi. Foto: Dokumen PVMBG
Surabaya -

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Aktivitas gunung api di Selat Sunda tersebut sempat memicu dentuman yang terdengar hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat, Banten, dan Lampung.

Di tengah aktivitas Anak Krakatau yang kembali meningkat, masih ada sejumlah gunung api lain di Indonesia yang berada pada status Siaga. Per Minggu 6 September 2026, tercatat lima gunung api di Indonesia berstatus Level III atau Siaga.

Apa Arti Status Level III?

Melansir laman Magma ESDM, aktivitas gunung api di Indonesia terbagi menjadi empat tingkatan, yakni Level I atau Normal, Level II atau Waspada, Level III atau Siaga, dan Level IV atau Awas. Penetapan tingkat aktivitas tersebut didasarkan pada hasil pengamatan visual dan instrumental terhadap kondisi gunung api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Level III atau Siaga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang semakin nyata berdasarkan hasil pengamatan. Pada tingkat ini, gunung api dapat mengalami erupsi sehingga masyarakat perlu memperhatikan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Satu tingkat di atas Level III adalah Level IV atau Awas. Status ini menunjukkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api sedang mengalami erupsi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Level II atau Waspada diberikan ketika hasil pengamatan mulai menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. Pada beberapa gunung api dengan status ini, erupsi juga masih dapat terjadi.

Adapun Level I atau Normal berarti hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan kondisi yang masih fluktuatif, tetapi belum terdapat peningkatan aktivitas yang signifikan.

Dengan demikian, status Level III menandakan aktivitas gunung api telah meningkat secara nyata dan membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Status maupun rekomendasi aktivitas di sekitar gunung api dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti hasil evaluasi terbaru.

5 Gunung Api Berstatus Level III

Gunung Anak Krakatau bukan satu-satunya gunung api yang berada pada status Siaga. Berdasarkan pembaruan aktivitas gunung api Magma ESDM per Minggu 6 September 2026, terdapat lima gunung api di Indonesia yang berstatus Level III atau Siaga. Berikut daftarnya.

1. Gunung Anak Krakatau

Kondisi Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) malamKondisi Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) malam Foto: Dok. Situs Magma Kementerian ESDM

Gunung Anak Krakatau berada di Kabupaten Lampung Selatan, dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan pengamatan Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, gunung tertutup kabut. Cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah barat laut.

"Asap kawah tidak teramati. Erupsi menerus berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB," tulis keterangan Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Rioboniek Situmorang.

Meski erupsi menerus berhenti, aktivitas kegempaan masih tercatat. Pada periode pengamatan tersebut terjadi satu kali gempa letusan atau erupsi, dua kali gempa embusan, 14 kali gempa frekuensi rendah, sembilan kali gempa hybrid atau fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali tremor menerus.

Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki direkomendasikan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

2. Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki meletus pagi ini, Kamis (27/8/2026).Gunung Lewotobi Laki-laki meletus pagi ini, Kamis (27/8/2026). Foto: Dok. PVMBG

Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian 1.584 mdpl. Pada pengamatan Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 Wita, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II.

"Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak," tutur Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Bagus Puguh Wibowo dalam keterangan resmi.

Aktivitas kegempaan pada periode tersebut meliputi dua kali gempa embusan, dua kali tremor non-harmonik, dua kali gempa frekuensi rendah, dan 15 kali gempa tektonik jauh. Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah barat dan barat laut.

Masyarakat dan wisatawan direkomendasikan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan berintensitas tinggi. Penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut juga dianjurkan apabila wilayah sekitar terdampak hujan abu.

3. Gunung Merapi

Gunung MerapiGunung Merapi Foto: Dok. Instagram @merapi_uncover

Gunung Merapi berada di wilayah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, yang mencakup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 2.968 mdpl.

"Berdasarkan pengamatan pada Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 10 meter dari puncak," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Suraji dari keterangan resmi.

Selain itu, teramati dua kali guguran lava ke arah barat daya. Masing-masing guguran menuju hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter dan hulu Kali Sat/Putih sejauh 1.500 meter.

Aktivitas kegempaan juga tercatat berupa tujuh kali gempa guguran, 18 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa tektonik jauh.

Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor. Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di sekitar Merapi. Gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi apabila terjadi erupsi.

4. Gunung Semeru

Gunung Semeru erupsiGunung Semeru erupsi Foto: Dokumen PVMBG

Gunung Semeru berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl. Berdasarkan pengamatan pada Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II.

"Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah tenggara dan selatan," tulis keterangan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi.

Aktivitas kegempaan yang tercatat cukup beragam, yakni 24 kali gempa letusan atau erupsi, 10 kali gempa guguran, tujuh kali gempa embusan, enam kali gempa harmonik, dan empat kali gempa tektonik jauh.

Pada status Level III atau Siaga, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

5. Gunung Sinabung

Gunung Sinabung, Sumut, mengalami erupsi (Dok istimewa)Gunung Sinabung, Sumut, mengalami erupsi. Foto: Dok istimewa

Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan ketinggian 2.460 mdpl. Pada pengamatan Minggu, 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-I hingga 0-III.

"Asap kawah tidak teramati. Gunung tidak teramati asapnya. Tercatat satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2 mm," terang Petugas Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra dalam keterangan resmi.

Masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung. Larangan juga berlaku pada sektor selatan-tenggara dalam radius 6 kilometer.

Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta tetap mewaspadai potensi lahar. Pemerintah Kabupaten Karo juga diimbau terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

Semeru Jadi Satu-satunya Gunung Api Level III di Jatim

Dari lima gunung api yang berstatus Level III atau Siaga per Minggu 6 September 2026, Gunung Semeru menjadi satu-satunya gunung api dengan status tersebut di Jawa Timur. Gunung Semeru berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Aktivitas Semeru masih menunjukkan adanya gempa letusan atau erupsi dalam periode pengamatan 00.00-06.00 WIB. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan batas wilayah yang dilarang untuk aktivitas serta potensi bahaya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Masyarakat juga perlu mengikuti setiap pembaruan informasi dan rekomendasi dari PVMBG. Data status gunung api dalam artikel ini merupakan pembaruan per Minggu 6 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemantauan aktivitas vulkanik.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads