Operasi pemadaman kebakaran hutan di Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang menggunakan helikopter water bombing terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu (5/9/2026) siang. Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca buruk.
Sebelumnya, kebakaran di petak 100 Gunung Buthak pertama kali terdeteksi pada Selasa (1/9) dan sempat membakar lahan seluas 15 hektare sebelum berhasil dipadamkan. Namun, kobaran api kembali muncul pada Jumat (4/9) sekira pukul 10.00 WIB akibat diterpa angin kencang hingga menyebar ke sisi barat dan selatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengonfirmasi, armada helikopter sempat menerbangkan beberapa sortie pemadaman udara sejak Sabtu (5/9) pagi hari sebelum cuaca memburuk.
"Helikopter water bombing telah melakukan bombing sebanyak delapan kali atau sama dengan delapan ribu liter air," kata Sadono kepada awak media, Sabtu (5/9/2026).
Sadono menjelaskan, penyiraman air dari udara tersebut telah berlangsung secara intensif untuk menekan titik api di lokasi yang sulit dijangkau. Namun, faktor dinamika cuaca di atas gunung memaksa tim memutus operasional helikopter lebih awal demi keselamatan penerbangan.
"Water bombing sudah dilakukan sejak pagi hingga siang. Update terkini water bombing dihentikan sementara karena kondisi angin cukup kencang," jelasnya.
Sembari menghentikan operasi udara, pihak BPBD telah menyusun agenda pemantauan lanjutan untuk memastikan kondisi medan dan persebaran titik api untuk esok hari. "Rencana besok akan dilaksanakan observasi lanjutan," lanjut Sadono.
Guna menjaga situasi di lapangan, penanganan sementara dialihkan kembali ke jalur darat dengan pengerahan ratusan petugas. Puluhan personel gabungan dari Perhutani, LMDH, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Malang-Kota Batu, serta relawan disiagakan untuk pemadaman, penyisiran manual serta pemantauan pergerakan api.
Meski demikian, Sadono menegaskan bahwa keselamatan jajaran tim darat tetap menjadi prioritas utama. Jika embusan angin di atas gunung terus meningkat dan membahayakan keselamatan, personel di lapangan akan segera ditarik mundur.
"Saat ini puluhan personel gabungan melaksanakan pemadaman darat serta pemantauan. Dengan kondisi kecepatan angin cukup kencang, maka tidak menutup kemungkinan tim akan ditarik demi keselamatan," tegasnya.
Embusan angin kencang tersebut diakui menjadi tantangan terbesar petugas di lapangan. Selain membatasi ruang gerak helikopter dan tim darat, kondisi ini memicu potensi munculnya titik api baru di area vegetasi kering.
"Kendala yang dihadapi sejauh ini adalah kondisi angin cukup kencang mengakibatkan potensi api kembali menyala dan dikhawatirkan merambat ke arah barat daya atau ke arah puncak," ungkap Sadono.
Sebagai langkah antisipasi keamanan bagi masyarakat dan wisatawan, seluruh akses jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, serta Gunung Bokong hingga saat ini masih ditutup total dari kegiatan pendakian.
Simak Video "Video: 185 Pendaki Masih Berada di Gunung Buthak Saat Karhutla Melanda"
(auh/hil)