Penyebab kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang mencapai 15 hektare masih belum diketahui. Saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan, kami belum mengetahui apa penyebab kebakaran di Gunung Buthak," ungkap Sadono saat dihubungi awak media, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga disampaikan Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko. Ia menyebut bahwa sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui.
"Terkait dengan penyebab kebakaran akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pihak yang berwenang," terang Kelik saat dihubungi secara terpisah.
Perlu diketahui, titik api pertama kali terpantau oleh tim SAR di kawasan vegetasi Lembah Banteng pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.46 WIB. Kebakaran bergerak cepat dan pada pukul 12.00 WIB api sudah merembet ke petak 100 pos 3 Gunung Buthak.
Melihat laju kebakaran api kian meluas, tim gabungan terdiri dari Perhutani, LMDH, hingga relawan langsung mengambil langkah cepat melakukan pemadaman. Tim dilapanhan bergerak memadamkan api dengan menggunakan sistem gepyok dan pembuatan sekam bakar agar kobaran api tidak semakin menyebar.
Pada waktu yang sama, tim susulan juga dikerahkan untuk menghimbau para pendaki baik di Gunung Buthak, Gunung Panderman dan Gunung Bokong turun. Tercatat pada saat kebakaran, ada sebanyak 182 pendaki di Gunung Bhutak, 82 pendaki di Gunung Bokong dan 20 pendaki di Panderman.
Setelah tim gabungan berjibaku selama beberapa jam, kebakaran berhasil ditangani dan dinyatakan padam pada pukul 16.17 WIB. Dari hasil pendataan, tercatat luasan hutan yang terbakar mencapai 15 hektare.
Sementara para pendaki telah terdata sudah turun keseluruhan dan dalam kondisi baik-baik saja.
Sampai saat ini untuk jalur pendakian Gunung Buthak, Gunung Panderman dan Gunung Bokong ditutup. Terkait kapan jalur kembali dibuka, masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut dari pihak pengelola.
