Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Petak 100 Pos 3 Gunung Buthak. Dari hasil pendataan terbaru, tercatat total 284 pendaki berada di tiga gunung, yakni Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong saat kebakaran terjadi.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) Ahmad Syaifudin mengonfirmasi data terbaru tersebut. Dia menjelaskan, 284 pendaki itu tersebar di tiga gunung dengan jumlah terbanyak berada di Gunung Buthak.
"Buthak 182 pendaki, Bokong 82, Panderman 20 orang," kata Udin sapaan akrabnya saat dihubungi detikJatim, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik api pertama kali terpantau tim SAR di kawasan vegetasi Lembah Banteng pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.46 WIB. Kebakaran kemudian bergerak cepat akibat tiupan angin dan kondisi lahan yang kering.
"Pertama kelihatan oleh tim SAR pukul 10.46 WIB di Lembah Banteng. Kemudian pukul 12.00 WIB api merembet ke Petak 100, Pos 3," terang Udin.
Melihat api semakin meluas, tim gabungan yang terdiri dari Perhutani, LMDH, dan relawan langsung melakukan pemadaman. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi keselamatan pendaki, pengelola bersama Perhutani kemudian memutuskan menutup sementara jalur pendakian di tiga gunung.
"Kemudian dari tim SAR dan pengelola melakukan pemantauan serta mengondisikan, dan pihak Perhutani. Akhirnya kami (LMDH) dan Perhutani sepakat melakukan penutupan sementara pendakian di tiga gunung," tuturnya.
Penutupan berlaku untuk seluruh akses masuk jalur pendakian di kawasan Gunung Buthak dan sekitarnya. Pihak pengelola mencatat terdapat sekitar sembilan pos pintu pendakian yang ditutup total, meliputi jalur Sirah Kawi, Panderman, Pujon, hingga Batu.
Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan dan baru akan dibuka setelah situasi dinyatakan aman berdasarkan hasil evaluasi bersama Perhutani.
Saat penutupan diberlakukan, imbauan evakuasi langsung disampaikan kepada ratusan pendaki yang berada di atas gunung. Mayoritas pendaki dilaporkan berhasil turun dengan selamat menuju posko utama.
Udin juga mengimbau para pendaki dan masyarakat agar menjaga perilaku saat berada di kawasan hutan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
"Untuk pendaki saya mengharap satu, jangan menyalakan api unggun, membuat atau buang puntung rokok sembarangan, dan hati-hati terkait dengan hal-hal yang bisa membakar," tandasnya.
Berdasarkan hasil pendataan, luasan hutan yang terbakar mencapai kurang lebih 15 hektare. Api dilaporkan padam pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 16.17 WIB.
