Bupati Sidoarjo Sidak SPPG Kalitengah Usai 516 Santri Keracunan MBG

Bupati Sidoarjo Sidak SPPG Kalitengah Usai 516 Santri Keracunan MBG

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 02 Sep 2026 11:50 WIB
Bupati Subandi saat sidak SPPG di Sidoarjo
Bupati Subandi saat sidak SPPG di Sidoarjo/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Sidoarjo -

Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Sidak dilakukan setelah ratusan santri diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pantauan detikJatim, selain Subandi, Waki Bupati Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing, dan Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo juga berada di lokasi.

Usai sidak tersebut, Subandi menyebut mekanisme penanganan dan evaluasi dapur MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang berwenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, jadi hari ini terkait masalah mekanisme dan lain-lain, biarkan nanti BGN yang menjawab, ya. Ini bukan kemampuan kita, ya. Kalau kita hanya penanganan pasien yang ada di rumah sakit," kata Subandi, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo saat ini fokus memastikan seluruh pasien yang terdampak mendapatkan penanganan. Dari total 516 pasien yang sebelumnya ditangani, sebanyak 427 pasien telah diperbolehkan pulang.

"Jadi alhamdulillah hari ini yang sudah pulang kurang lebih 427 pasien. Yang masih belum 88. Jadi total 516. Observasi tinggal satu. Jadi hari ini, insyaallah pasien tertangani dengan baik," tuturnya.

Terkait kemungkinan penutupan atau pemberian sanksi terhadap SPPG Kalitengah, Subandi meminta BGN mengambil langkah tegas sesuai kewenangannya.

"Kalau rekomendasi, kita sebagai pemerintah daerah, ya mestinya dengan seperti ini yang tidak sesuai, ya kita mohon kepada BGN. Karena ini adalah kewenangan BGN. Dengan kondisi seperti ini, apa langkah yang dilakukan oleh BGN, ya ini harus tegas," tegas Subandi.

Menurutnya, evaluasi dan pembenahan tata kelola penting dilakukan agar persoalan serupa tidak terjadi.

"Jangan mengganggu program Presiden. Program yang baik ini, mari kita support, kita dukung. Kalau ada tata kelola yang kurang baik, ya kita benahi," ujarnya.

"Termasuk BGN yang ada di SPPG yang ada di Tanggulangin ini, ya. Ini adalah sebagai koreksi kita sebagai pemerintah daerah kepada BGN. Mudah-mudahan dengan terjadi tadi malam, ini sebagai koreksi dari yang 170 (SPPG di Sidoarjo). Mudah-mudahan nanti dengan adanya seperti ini, lebih baik tata kelolanya," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads