Harapan Wagub Emil Dardak Saat Hadiri Puncak Hari Jadi ke-832 Trenggalek

Harapan Wagub Emil Dardak Saat Hadiri Puncak Hari Jadi ke-832 Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 21:45 WIB
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri Puncak Hari Jadi Trenggalek
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri Puncak Hari Jadi Trenggalek. (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Wakil Gubernur Jawa Timur menghadiri langsung puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek. Pemerintah provinsi terus mendorong kemajuannya, termasuk pesisir selatan.

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak mengaku bahagia bisa pulang kampung sekaligus merayakan Hari Jadi Trenggalek. Ia hadir bersama istrinya, Arumi Bachsin. "Ya, tentu kita turut berbahagia di Hari Jadi Trenggalek yang ke-832," kata Emil, Senin (31/8/2026).

Momen ulah tahun daerah menjadi salah satu pengingat agar seluruh elemen, baik pemerintahan maupun masyarakat untuk bersama-sama memajukan Trenggalek secara merata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya Pemprov Jatim berkomitmen untuk mendorong pemerataan kemajuan daerah melalui pengembangan sumber daya manusia hingga infrastruktur. Khusus di Trenggalek, pemerintah provinsi berupaya memaksimalkan pemerataan pembangunan, agar tidak terpusat di wilayah perkotaan.

"Yang kita coba tingkatkan adalah pembangunan di Trenggalek. Fasilitas-fasilitas di Trenggalek dan bukan hanya di ibu kota Trenggalek, tapi justru kan yang punya potensi di pesisir selatan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Proyek strategis nasional pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) perlu mendapatkan dukungan bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Keberadaan ruas JLS/pansela dinilai penting karena dapat membuka peluang baru pariwisata hingga memperlancar akses perekomian masyarakat, termasuk distribusi barang dan jasa.

"Nah, kita berharap di pesisir ini kita bisa wujudkan pansela, wujudkan pembangunan-pembangunan sarana untuk masyarakat kita bisa lebih produktif dan ujungnya sejahtera," imbuhnya.

Untuk mempercepat proses tersebut pemerintah provinsi telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 19 miliar untuk membantu pembebasan lahan masyarakat di jalur yang dilewati JLS/pansela.

"Rp 19 miliar ini untuk membantu penyiapan lahan untuk pansela, supaya bisa tersambung," jelasnya.

Menurut Emil kondisi pansela di Trenggalek sebagian telah terbangun dengan baik, ruas Pacitan telah tersambung hingga Kecamatan Panggul, sedangkan ruas Kecamatan Watulimo juga telah tersambung ke Tulungagung.

Saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah menyambungkan jalur pansela dari Kecamatan Panggul ke Kecamatan Munjungan dan dari Kecamatan Munjungan ke Kecamatan Watulimo.

"Harapan kami pesisir selatan nantinya dari Jogja, Prigi, Blitar, Malang itu terhubung. Sehingga masyarakat yang tinggal di pesisir selatan bisa saling terkoneksi satu sama lain," jelasnya.

Pihaknya optimistis jika seluruh jalur pansela telah tersambung akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.

"Ibaratnya lidi kan kalau lidi itu dipisah sendiri-sendiri gampang dipatahkan. Tapi kalau diikat dia kuat. Nah, ini kalau selatan saling bersambung, insyaallah potensi ekonomi di selatan juga akan lebih meningkat," tegasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads