Jelang Hari Jadi Trenggalek, Bupati Arifin Gelar Jamasan Pusaka

Jelang Hari Jadi Trenggalek, Bupati Arifin Gelar Jamasan Pusaka

Adhar Muttaqin - detikJatim
Minggu, 30 Agu 2026 07:45 WIB
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengecek pusaka
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengecek pusaka (Foto: Dok. Istimewa)
Trenggalek -

Menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Bupati menggelar tradisi jamasan pusaka. Seluruh pusaka "piyandel" kabupaten dirawat dengan cara dicuci dan dibersihkan.

Terdapat puluhan pusaka yang dilakukan pembersihan, antara lain Tombak Kyai Wignyo Murti, Songsong Hayom Sih, Tombak Kyai Korowelang 1, Tombak Kyai Korowelang 2, Tombak Kyai Korowelang 3, Tombak Kyai Korowelang 4.

Tombak Biring Kamulan 1, Tombak Biring Kamulan 2, Pataka Parasamya Praja Nugraha, Pataka Jwalita Praja Karana, Songsong Tunggul Naga, Songsong Tunggul Praja. Tidak hanya itu 2 Gong dari gamelan yang dimiliki Pendopo Trenggalek, Prasasti Kamulan hingga pusaka pemberian Sultan Hamengkubuwono X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jamasan pusaka hari ini cukup komplit, semua pusaka. Kalau dulu di tradisi Mataram itu atau kerajaan-kerajaan ada pusaka untuk pembelaan diri, ada yang menjaga secara spiritual," kata M Nur Arifin, Minggu (30/8/2026).

ADVERTISEMENT

Jamasan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan para pendahulu. Pihaknya berharap pusaka tersebut tetap lestari.

Sebelumnya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin juga menggelar ziarah ke sejumlah makam sesepuh Trenggalek, termasuk makam para bupati yang pernah memimpin.

Beberapa makam yang dikunjungi Bupati dan pimpinan daerah di antaranya makam Menak Sopal di Kelurahan Ngantru, makam Mbah Kawak di pemakaman Setono Galek, kemudian komplek pemakaman Setono Gedong yang berada di Kelurahan Ngantru. Di tempat ini dimakamkan beberapa tokoh besar Trenggalek, salah satunya Bupati Trenggalek pertama Raden Doemotaroen.

"Rutin menjelang hari jadi, kita menghormati jasa para pendahulu. Semua bupati-bupati sebelum kita, semuanya punya jasa dan semoga hal hal baik yang sudah dikerjakan bisa kita teruskan," kata Arifin.

Selanjutnya, Bupati juga berziarah ke makam Kanjeng Jimat (Mangun Negoro) yang berada di kompleks makam Margo Ayu, Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan. Kemudian ke makam Girilaya Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan dan ziarah ke makam Girimulyo Desa Sumber, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Di komplek pemakaman ini dimakamkan Adipati Widjoyo Kusumo Bupati Trenggalek yang menjabat tahun 1894 sampai dengan 1904.

"Jangan lupakan sejarah," ujarnya.

Menurutnya ziarah makam leluhur dan pendahulu Bupati Trenggalek dinilai cukup penting karena perjalanan Kabupaten Trenggalek tidak pernah lepas dari peran serta para pemimpin yang telah mendahului.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads