Bursa calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029 mulai dipetakan PDI Perjuangan (PDIP). Partai berlambang banteng moncong putih itu menyebut memiliki sejumlah kader potensial, terutama dari kalangan kepala daerah dan anggota DPR RI.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, partainya memiliki stok kepemimpinan yang cukup besar di Jawa Timur. Pernyataan itu disampaikan setelah Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah menegaskan target partainya untuk memenangkan Pileg sekaligus memiliki kader yang duduk sebagai Gubernur Jatim pada 2029.
Hasto mengatakan, PDIP memiliki 12 kader yang saat ini menjabat kepala daerah di Jatim. Selain itu, terdapat sekitar 19 kader yang duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat di dalam demokrasi yang terkonsolidasi, maka ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah. Kami punya 12 kepala daerah, ada juga calon yang muncul dari anggota DPR RI, kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan, sekitar 19 dari Jawa Timur," beber Hasto di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Dari 17 kader PDIP yang saat ini menduduki posisi kepala daerah maupun wakil kepala daerah di Jatim, 12 di antaranya merupakan kepala daerah.
Mereka yakni Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Bupati Malang Sanusi, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Selain kepala daerah tersebut, terdapat lima kader yang menjabat wakil kepala daerah, yakni Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar.
Hasto menyebut kepala daerah PDIP di Jatim berpeluang masuk dalam bursa kandidat yang akan dipertimbangkan untuk Pilgub Jatim mendatang. Di antara nama yang disorot yakni Eri Cahyadi dan Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurut Hasto, kepala daerah yang memiliki rekam jejak kepemimpinan menjadi salah satu sumber kader potensial bagi partai. Namun, PDIP juga membuka ruang bagi kader dari latar belakang lain, termasuk tokoh muda.
"Jadi PDIP memiliki banyak success story terkait dengan para kepala daerah, dan dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal bagi pemenangan Pemilu Gubernur, kepala daerah yang akan datang, dan pemilu legislatif serta presiden," tegasnya.
Hasto juga menyinggung sosok Tri Rismaharini sebagai salah satu contoh kaderisasi terbuka yang dilakukan PDIP. Risma sebelumnya direkrut dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebelum dipercaya menjadi Wali Kota Surabaya selama dua periode hingga Menteri Sosial.
Baca juga: 6 Fakta PDIP Bidik Kursi Gubernur Jatim 2029 |
"Kemudian partai juga melakukan pendidikan politik dan rekrutmen secara terbuka. Ibu Tri Rismaharini misalnya, direkrut dari kalangan ASN yang menggembleng kepemimpinannya dan kemudian bertemu dengan Ibu Mega dan diberikan ruang untuk menjadi wali kota dua periode dan sangat berhasil, kemudian menjadi Menteri Sosial, dan sekarang menjadi Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana," tambahnya.
Hasto menegaskan pola kaderisasi tersebut masih terbuka bagi figur-figur lain yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Jadi mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan kemudian mampu menjawab harapan rakyat, itu diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk bagi anak-anak muda. Syaratnya adalah anak-anak muda yang memiliki jiwa dan spirit seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh-tokoh bangsa lainnya," tandasnya.
Pemetaan kandidat tersebut sejalan dengan target PDIP Jatim untuk merebut kursi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Said Abdullah menyatakan partainya telah melakukan evaluasi setelah hasil Pemilu 2024.
Menurut Said, evaluasi tersebut menjadi dasar bagi PDIP Jatim untuk membenahi mesin partai sekaligus menyiapkan strategi menghadapi kontestasi politik berikutnya.
"Dengan kerja keras kita semua, kita punya kewajiban sama, tekad yang sama untuk memenangkan pileg dan pilgub yang akan datang," kata Ketua PDIP Jatim Said Abdullah di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Said menegaskan target tersebut bukan hanya memenangkan pemilu legislatif, tetapi juga memastikan PDIP memiliki kader yang mampu memimpin Jawa Timur.
"Bahwa PDI Perjuangan sudah saatnya punya Gubernur Jawa Timur," tegas Said.
Untuk mencapai target itu, PDIP Jatim mendorong seluruh anggota DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota lebih aktif turun ke masyarakat. Mereka diminta menyerap aspirasi sekaligus memperkuat struktur partai hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS).
Sementara itu, Hasto menilai modal kepemimpinan dan struktur partai yang dimiliki PDIP di Jawa Timur dapat menjadi bekal menghadapi Pemilu 2029.
Dengan demikian, nama-nama kepala daerah dan kader potensial lainnya belum otomatis menjadi kandidat yang akan diusung. Mereka masih menjadi bagian dari stok kepemimpinan yang dimiliki PDIP dan berpeluang dipertimbangkan untuk Pilgub Jatim 2029.
