BEM Untag Surabaya Ajak 3.160 Maba Kawal Aspirasi Rakyat

BEM Untag Surabaya Ajak 3.160 Maba Kawal Aspirasi Rakyat

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 26 Agu 2026 20:08 WIB
Daya kritis 3.160 Mahasiswa baru (maba) Untag dibakar lewat pengenalan organisasi kemahasiswaan BEM dan DPM saat PPKMB 2026.
Daya kritis 3.160 Mahasiswa baru (maba) Untag dibakar lewat pengenalan organisasi kemahasiswaan BEM dan DPM saat PPKMB 2026. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berlangsung membara di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran, Rabu (26/8/2026). Semangat kritis 3.160 Mahasiswa baru (maba) dibakar dalam pengenalan organisasi kemahasiswaan BEM dan DPM.

Presiden BEM Untag Surabaya, Catur Wahyu menyampaikan orasi kepada ribuan maba terkait pemberantasan korupsi. Catur mendesak DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

"Korupsi bukan sekadar kejahatan terhadap negara, tetapi perampasan hak rakyat atas kesejahteraan, keadilan, dan masa depan. Negara wajib mengembalikan hasil kejahatan tersebut kepada rakyat," kata Catur di hadapan 3.160 maba Untag Surabaya, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengajak ribuan maba membentangkan poster berisi aspirasi rakyat. Tulisan-tulisan seperti 'Dengar Aspirasi Rakyat', 'Hukum Jangan Tumpul', hingga 'Hukum Koruptor Seberat-beratnya' menghiasi pelataran kampus Merah Putih tersebut sebagai penegasan sikap menolak apatisme.

ADVERTISEMENT
Daya kritis 3.160 Mahasiswa baru (maba) Untag dibakar lewat pengenalan organisasi kemahasiswaan BEM dan DPM saat PPKMB 2026.Daya kritis 3.160 Mahasiswa baru (maba) Untag dibakar lewat pengenalan organisasi kemahasiswaan BEM dan DPM saat PPKMB 2026. (Foto: Istimewa)

Aksi tersebut menjadi simbol ajakan kepada mahasiswa baru agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu memahami berbagai isu sosial dan politik serta berani menyuarakan aspirasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Sementara Ketua Umum DPM Untag Surabaya, Sheva Gelombang Bernadine mengajak mahasiswa baru untuk berdiri dan mengucapkan Sumpah Mahasiswa. Pengucapan sumpah tersebut menjadi bentuk peneguhan tanggung jawab moral mahasiswa untuk peduli terhadap persoalan masyarakat dan bangsa.

Menjadi mahasiswa bukan sekadar naik tingkat dari siswa, tetapi menerima tanggung jawab intelektual dan moral yang lebih besar. Kita harus menjadi pejuang pemikir dan pemikir pejuang yang peduli terhadap rakyat dan bangsa," pungkas Sheva.

Untag Surabaya berkomitmen mendorong mahasiswa untuk kritis terhadap persoalan bangsa juga tercermin dalam berbagai kegiatan akademik. Seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), pernah menggelar seminar yang mengkaji persoalan korupsi serta implementasi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian Fakultas Hukum juga pernah menghadirkan salah satu aktor film Dirty Vote, Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M, dalam kuliah tamu untuk membahas isu demokrasi dan kehidupan politik Indonesia.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads