Puluhan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi demonstrasi di depan Taman Apsari atau tepat di seberang Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat (3/7/2026). Oleh karena itu, detikers diharap waspada jika melintas.
Pantauan detikJatim di lokasi, sekitar puluhan massa mengikuti aksi dengan membawa satu mobil komando. Mereka mengibarkan sejumlah bendera serta membentangkan banner dan poster berisi tuntutan terkait kebijakan energi.
Beberapa tulisan yang tampak pada poster di antaranya berbunyi, "BBM Murah dengan Penerapan Syariah Kaffah", "Negara Kaya Rakyat Tetap Menderita", hingga "Kelola SDA dengan Syariah Hidup Jadi Berkah".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi berlangsung dengan damai di sisi jalan depan Taman Apsari. Kendaraan yang melintas pun harus melaju perlahan.
Asisten Humas Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Umat (FMPPU), Muhammad Fakhrunnas mengatakan, aksi digelar sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi yang terjadi belum lama ini.
"Poin utamanya kita yang pertama sangat menyayangkan kenaikan BBM kemarin," kata Fakhrunnas kepada detikJatim, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, kenaikan BBM tidak bisa dilepaskan dari persoalan yang lebih mendasar, yakni liberalisasi sektor minyak dan gas. Ia juga menyinggung pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini.
"Dan yang kedua kami menolak dari sisi fundamental bahwa kenaikan BBM itu hanyalah akses dari liberalisasi migas. Dan juga kita juga merasa prihatin atas pemadaman listrik yang terjadi beberapa belakangan ini karena adanya kekurangan batubara. Padahal ini adalah negeri yang kaya batubara. Dan itu semua terjadi karena liberalisasi energi juga. Jadi liberalisasi migas combo dengan liberalisasi energi," ujarnya.
Oleh karena itu, massa aksi menyatakan menolak liberalisasi sektor energi. Fakhrunnas menyebut peserta aksi berasal dari gabungan mahasiswa dan pemuda dari sejumlah kampus di Surabaya dan sekitarnya.
"Dari mahasiswa dan komponen pemuda. Mahasiswa dari kampus-kampus di Surabaya dan sekitarnya," pungkasnya.
(auh/hil)
