Limbah Jarum Suntik di Tambak Sumur Diduga dari Klinik Surabaya

Limbah Jarum Suntik di Tambak Sumur Diduga dari Klinik Surabaya

Suparno - detikJatim
Rabu, 26 Agu 2026 18:45 WIB
Limbah suntik bekas dibuang di selokan Sidoarjo
Limbah suntik bekas dibuang di selokan Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Limbah medis berupa jarum suntik ditemukan di kawasan exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo, dari arah Bandara Juanda. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menyebut, limbah itu diduga berasal dari salah satu klinik di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi. Saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak), lokasi penemuan limbah medis tersebut sudah dalam kondisi bersih.

"Untuk sementara, hasil penelusuran kami mengarah bahwa limbah medis tersebut berasal dari salah satu klinik di Kota Surabaya, bukan dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo," kata dr Lakhsmie Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, identitas klinik yang diduga menjadi sumber limbah tersebut masih dalam proses penelusuran. Dinkes Sidoarjo berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo serta Pemerintah Kota Surabaya untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

ADVERTISEMENT

Lakhsmie menegaskan penanganan limbah medis tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, koordinasi lintas wilayah diperlukan untuk memastikan sumber limbah dapat ditelusuri dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kami berkoordinasi dengan DLHK dan Pemerintah Kota Surabaya untuk menelusuri sumbernya dan memastikan penanganan limbah medis dilakukan sesuai ketentuan," ujarnya.

Ia menambahkan, Dinkes dan DLHK Sidoarjo juga akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo yang membuang limbah medis secara sembarangan.

Menurut Lakhsmie, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Sidoarjo, mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit, telah memiliki tata cara pengelolaan limbah medis sesuai ketentuan yang berlaku.

"Fasilitas kesehatan di Sidoarjo sudah memiliki tata cara penanganan limbah medis sesuai aturan. Kami akan terus melakukan pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terjadi dari fasilitas kesehatan di Sidoarjo," jelasnya.

Temuan jarum suntik tersebut menjadi perhatian karena limbah medis, khususnya benda tajam seperti jarum suntik, memiliki risiko membahayakan masyarakat apabila dibuang tanpa pengelolaan yang tepat.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya akan terus dilakukan hingga sumber limbah diketahui secara jelas dan langkah pencegahan dapat diterapkan.

"Kami akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak Kota Surabaya supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkas Lakhsmie.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads