Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur

Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur

Suparno - detikJatim
Selasa, 25 Agu 2026 13:40 WIB
Penampakan limbah jarum suntik yang dibuang di Exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo
Penampakan limbah jarum suntik yang dibuang di Exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Ribuan jarum suntik dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan dibuang sembarangan di saluran air di sisi kiri exit Tol Tambak Sumur dari arah Bandara Juanda, Sidoarjo. Temuan itu membuat warga sekitar resah karena lokasi pembuangan berada di dekat pemukiman.

Limbah medis itu ditemukan di dalam saluran air yang tidak terlihat secara langsung dari jalan. Di lokasi, terdapat sekitar 10 kantong plastik berisi ribuan jarum suntik, beberapa botol kecil kemasan obat serta kasa bekas yang masih terdapat bercak darah.

Pada sejumlah kantong plastik ditemukan tulisan "Hadi. Dr.". Selain itu, terdapat pula kantong plastik yang memiliki logo Rumah Sakit Umum Daerah Eka Candrarini, beralamat di RS Jalan Medokan Asri Tengah 2 Rungkut, Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irfan (28), warga Desa Tambak Sumur, mengatakan temuan limbah medis tersebut membuat warga khawatir. Menurutnya, limbah itu diduga sengaja dibuang di lokasi yang berada di kawasan sekitar Tambak Sumur dan Pondok Candra.

ADVERTISEMENT

"Jadi warga hari ini menemukan ribuan alat suntik termasuk limbah medis yang dibuang secara sengaja di kawasan yang bersebelahan dengan exit tol. Warga resah dan khawatir," kata Irfan kepada wartawan dilokasi, Selasa (25/8/2026).

Ia menyebut keberadaan limbah tersebut berpotensi membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Di kawasan tersebut terdapat warga yang memancing di tambak maupun kolam pancing.

"Kalau limbah ini bisa mencemari lingkungan tentu sangat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sini. Ada warga yang mancing di tambak, ada juga kolam pancing. Anak-anak juga sering bermain layang-layang di sekitar lokasi," ujarnya.

Warga juga khawatir limbah medis tersebut diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk dimanfaatkan atau dijual kembali. Menurut Irfan, keberadaan jarum suntik bekas dan limbah medis lainnya sangat berbahaya jika sampai kembali digunakan.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Persampahan DLHK Sidoarjo, Anas Budi Utama Nasir, mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai temuan limbah medis tersebut.

"Sudah kami dapatkan informasinya. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi internal untuk segera ditindaklanjuti," kata Anas.

Anas menegaskan, pihak yang dengan sengaja membuang limbah medis secara sembarangan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Jika limbah tersebut terbukti berasal dari instansi kesehatan, sanksi administratif hingga pencabutan izin dapat dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan perundangan.

"Kalau menyangkut instansi kesehatan, bisa dikenai sanksi, termasuk pencabutan izin sesuai ketentuan. Untuk aspek pidananya, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum," jelasnya.

Menurut Anas, penanganan juga akan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mengetahui asal-usul limbah medis tersebut dan memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembuangannya.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Lakhasmir Herawati Yuwantina, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai temuan limbah medis tersebut. Namun, dia mengatakan sumber limbah masih belum dapat dipastikan.

"Sudah ada yang menginformasikan. Ini juga belum jelas sumbernya dari mana," kata Lakhasmir.

Dia mengatakan Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan DLHK Sidoarjo untuk memastikan asal limbah medis yang ditemukan di saluran air tersebut.

"Saya akan koordinasikan dengan DLHK agar bisa diketahui sumber sampahnya dari mana. Tentunya akan diberlakukan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads