Jarum suntik bekas ditemukan berserakan di saluran air kawasan exit Tol Tambak Sumur, Pondok Candra, Sidoarjo. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo menyebut, berdasarkan hasil penelusuran, limbah medis tersebut diduga berasal dari salah satu klinik di Surabaya.
Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo serta Pemkot Surabaya terkait temuan limbah medis tersebut.
"Mengingat ini termasuk penanganan yang tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri, sehingga kami berkomunikasi, berkoordinasi dengan DLHK termasuk juga kami komunikasikan dengan Kota Surabaya," ujar Lakhsmie kepada awak media di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lakhsmie mengatakan, informasi sementara yang diterimanya, jarum suntik tersebut bukan berasal dari rumah sakit seperti yang terlihat pada foto yang beredar. Limbah itu diduga berasal dari salah satu klinik di Surabaya.
"Informasi yang saya terima bahwa ini bukan oleh rumah sakit seperti yang tertera dari foto itu, tapi salah satu klinik yang ada di Surabaya," katanya.
Namun, Lakhsmie belum dapat mengungkapkan klinik mana yang dimaksud. Pihaknya masih melakukan koordinasi untuk menelusuri asal limbah medis tersebut.
"Pendek yang saya tahu itu adalah (dari) klinik di Surabaya. Nanti akan kita cari tahu ya, tapi yang pasti informasi yang saya terima sementara dari Surabaya seperti itu," imbuhnya.
Ia turut mengungkapkan, pihaknya berencana melakukan sidak ke lokasi penemuan jarum suntik bekas itu pagi ini. Namun saat akan dilakukan pengecekan, kondisi lokasi disebut sudah bersih.
Lakhsmie memastikan pihaknya juga akan mengecek fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Sidoarjo untuk memastikan tidak ada yang melakukan pembuangan limbah medis secara sembarangan.
"Karena kami pastikan betul di jajaran Dinas Kesehatan sendiri khususnya di Puskesmas ini telah ada penanganan limbah medis yang sesuai dengan ketentuan," jelasnya.
Dia menambahkan, pengelolaan limbah medis harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Prosesnya mencakup pengangkutan, pengolahan hingga pembuangan.
"Yang pasti penanganan limbah medis ini harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Mulai dari pengangkutannya, mulai dari pengolahannya sampai pembuangannya," kata Lakhsmie.
Dinkes Sidoarjo juga akan memantau klinik dan rumah sakit di wilayahnya agar kejadian serupa tidak terjadi. Jika nantinya ditemukan fasilitas kesehatan di Sidoarjo yang terbukti melakukan pelanggaran, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan.
"Tentunya pasti akan kita berlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya bahwa yang bersangkutan tentunya akan kita panggil bersama-sama dengan dinas terkait. Kemudian kita pastikan mengapa hal itu sampai terjadi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, ribuan jarum suntik dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan dibuang sembarangan di saluran air di sisi kiri exit Tol Tambak Sumur dari arah Bandara Juanda, Sidoarjo. Temuan itu membuat warga sekitar resah karena lokasi pembuangan berada di dekat pemukiman.
Limbah medis itu ditemukan di dalam saluran air yang tidak terlihat secara langsung dari jalan. Di lokasi, terdapat sekitar 10 kantong plastik berisi ribuan jarum suntik, beberapa botol kecil kemasan obat serta kasa bekas yang masih terdapat bercak darah.
Pada sejumlah kantong plastik ditemukan tulisan "Hadi. Dr.". Selain itu, terdapat pula kantong plastik yang memiliki logo Rumah Sakit Umum Daerah Eka Candrarini, beralamat di RS Jalan Medokan Asri Tengah 2 Rungkut, Surabaya.
