Helikopter water bombing terus dikerahkan secara intensif untuk memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, puluhan kali water bombing dilakukan di titik-titik api yang sulit dijangkau jalur darat.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengungkapkan bahwa operasi water bombing disesuaikan dengan kondisi cuaca dan keterjangkauan titik api di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernah 11 (kali penyiraman), kemudian kemarin 10, hari ini 8. Yang update ke saya lho ya, mungkin sudah bertambah sekarang," kata Tyas sapaan akrabnya kepada detikJatim, Selasa (25/8/2026).
Ia menambahkan, data penyiraman sebanyak 8 kali untuk hari ini tercatat hingga siang hari dan berpotensi terus bertambah seiring berlangsungnya operasi darurat. "Tadi sekitar jam 12-an (siang) sekitaran," sambungnya.
Menurut Tyas, metode water bombing menjadi tumpuan utama karena medan Gunung Arjuno yang terjal dan curam. Operasi udara ini dikombinasikan dengan sekat bakar di jalur darat oleh tim gabungan guna memastikan api benar-benar padam total.
Sebagai informasi, kebakaran yang sebelumnya sempat padam kembali terdeteksi pada Sabtu (22/8/2026) sore. Terdeteksi titik api (hostpot) ada di dua lokasi yakni di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.
Berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
