Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Arjuno-Welirang kawasan Tahura Raden Soerjo menghanguskan 146,85 Hektare (Ha). Meski sudah padam, satgas tetap bersiaga di sejumlah titik Tahura Raden Soerjo.
"Total 146,85 hektare," kata Sekretaris Satgas Pengendali Provinsi Penanganan Karhutla Jatim, Jumadi kepada detikJatim, Sabtu (22/8/2026).
Jumadi mengatakan, peta lokasi kejadian kebakaran hutan Tahura R. Soerjo periode 18-21 Agustus 2026 mencatat delineasi area kejadian seluas 146,85 hektare. Dari luasan tersebut, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, dan 2,80 hektare berada di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemetaan disusun dengan memadukan citra Sentinel-2 L2A tanggal 20 Agustus 2026 dan informasi regu pemadam dì lapangan dengan menggunakan drone. Angka 146,85 hektare menggambarkan cakupan spasial yang terpetakan dan akan terus ditelaah melalui verifikasi lapangan. Inventarisasi lanjutan diperlukan untuk menilai tingkat keparahan, vegetasi terdampak, serta kebutuhan pemulihan ekosistem secara lebih presisi," jelasnya.
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur ini menyatakan, kebakaran di Tahura Raden Soerjo sudah padam. Meski padam, tim satgas masih berada di lokasi untuk mengantisipasi adanya titik api baru.
"Kebakaran telah berhasil dikendalikan. Pemantauan melalui aplikasi SiPongi Kementerian Kehutanan juga tidak menunjukkan adanya hotspot api pada area kejadian. Namun, status padam tidak dimaknai sebagai berakhirnya kewaspadaan. Satgas mempertahankan fase pengamanan pasca kebakaran untuk mencegah munculnya kembali api dan memastikan seluruh perkembangan ditangani berdasarkan data yang sama," jelasnya.
"Ini kabar baik, tetapi bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Padamnya nyala api harus diikuti penyisiran, pemantauan berulang, dan verifikasi lapangan. Tugas Satgas adalah memastikan pengendalian berjalan sampai risiko kebakaran ulang benar-benar ditekan," lanjutnya.
Sebanyak 78 personel regu pemadaman darat, kata Jumadi telah dimobilisasi dalam operasi yang dikoordinasikan UPT Tahura R Soerjo. Saat ini masih ada 19 personel di lokasi dan dijadwalkan turun melalui jalur Tretes, Pasuruan, setelah menyelesaikan pengecekan sektor dan memastikan kondisi lapangan aman.
"Hari ini tim darat tetap melakukan pemantauan di lokasi kebakaran dan kawasan sekitarnya. Pemeriksaan diarahkan pada titik yang berpotensi menyimpan bara, vegetasi terbakar, perubahan cuaca dan angin, serta kemungkinan munculnya asap baru. Pola pemantauan akan disesuaikan dengan kondisi medan dan hasil evaluasi harian, dengan keselamatan personel sebagai pertimbangan utama," tandasnya.
