Tarif listrik PLN Agustus 2026 masih menggunakan ketetapan Triwulan III 2026. Bagi pelanggan listrik prabayar, tarif per kWh menjadi salah satu acuan untuk memperkirakan jumlah listrik yang didapat saat mengisi token.
Lantas, beli token listrik Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000, hingga Rp 1 juta dapat berapa kWh? Simak simulasi berdasarkan tarif listrik rumah tangga PLN yang berlaku di Jawa Timur berikut ini.
Tarif Listrik PLN Agustus 2026 di Jawa Timur
Besaran tarif listrik ditentukan berdasarkan golongan dan daya pelanggan. Untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi, tarif per kWh berbeda antara pelanggan 900 VA-RTM, 1.300 VA, 2.200 VA, hingga pelanggan dengan daya 3.500 VA ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan tarif tersebut akan mempengaruhi jumlah kWh yang diperoleh ketika pelanggan membeli token listrik dengan nominal yang sama. Berikut rincian tarif listrik rumah tangga nonsubsidi yang berlaku di Jawa Timur pada Agustus 2026 sebagai dasar perhitungan token listrik.
- R-1/TR 900 VA-RTM: Rp 1.352,00 per kWh
- R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-2/TR 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
Cara Menghitung Token Listrik
Secara sederhana, jumlah listrik yang diperoleh dari pembelian token dapat disimulasikan dengan memperhitungkan nominal pembelian, PPJ, biaya administrasi, dan tarif listrik per kWh. Berikut rumusnya.
- Jumlah kWh = (Nominal pembelian - PPJ - biaya administrasi) ÷ tarif listrik per kWh
Besaran PPJ dapat berbeda sesuai daerah, sedangkan biaya administrasi bergantung pada kanal atau tempat pembelian token. Karena itu, hasil perhitungan dan jumlah kWh yang diterima pelanggan bisa berbeda pada transaksi sebenarnya.
Beli Token Dapat Berapa?
Jumlah kWh yang diperoleh bergantung pada nominal token dan daya listrik pelanggan. Semakin tinggi tarif per kWh, semakin kecil jumlah kWh yang diperoleh dari nominal token yang sama. Berikut simulasi pembelian token Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta untuk masing-masing golongan tarif listrik.
Simulasi menggunakan PPJ Surabaya sebesar 10% dan biaya administrasi Rp 2.500. Kedua komponen tersebut hanya digunakan sebagai asumsi simulasi, sehingga hasil kWh pada transaksi sebenarnya dapat berbeda.
1. Beli Token Listrik Rp 20.000
- 900 VA-RTM: 11,46 kWh
- 1.300 VA: 10,73 kWh
- 2.200 VA: 10,73 kWh
- 3.500-5.500 VA: 9,12 kWh
- 6.600 VA ke atas: 9,12 kWh
2. Beli Token Listrik Rp 50.000
- 900 VA-RTM: 31,43 kWh
- 1.300 VA: 29,42 kWh
- 2.200 VA: 29,42 kWh
- 3.500-5.500 VA: 25,01 kWh
- 6.600 VA ke atas: 25,01 kWh
3. Beli Token Listrik Rp 100.000
- 900 VA-RTM: 64,72 kWh
- 1.300 VA: 60,57 kWh
- 2.200 VA: 60,57 kWh
- 3.500-5.500 VA: 51,48 kWh
- 6.600 VA ke atas: 51,48 kWh
4. Beli Token Listrik Rp 200.000
- 900 VA-RTM: 131,29 kWh
- 1.300 VA: 122,86 kWh
- 2.200 VA: 122,86 kWh
- 3.500-5.500 VA: 104,44 kWh
- 6.600 VA ke atas: 104,44 kWh
5. Beli Token Listrik Rp 500.000
- 900 VA-RTM: 330,99 kWh
- 1.300 VA: 309,75 kWh
- 2.200 VA: 309,75 kWh
- 3.500-5.500 VA: 263,31 kWh
- 6.600 VA ke atas: 263,31 kWh
6. Beli Token Listrik Rp 1 Juta
- 900 VA-RTM: 663,83 kWh
- 1.300 VA: 621,24 kWh
- 2.200 VA: 621,24 kWh
- 3.500-5.500 VA: 528,09 kWh
- 6.600 VA ke atas: 528,09 kWh
Angka kWh di atas merupakan simulasi berdasarkan tarif listrik per kWh dengan asumsi PPJ Surabaya 10% dan biaya administrasi Rp 2.500. Hasil tersebut bukan angka pasti yang akan masuk ke meteran pelanggan.
Dalam transaksi sebenarnya, jumlah kWh yang diterima dapat berbeda karena besaran PPJ bergantung pada daerah, sementara biaya administrasi dapat berbeda sesuai kanal atau tempat pembelian token.
