Ledakan di SPPG Puri Medali, Kabupaten Mojokerto, kini menyisakan duka setelah salah satu teknisi yang mengalami luka bakar berat, meninggal dunia usai tujuh hari menjalani perawatan di rumah sakit.
Edi Suyanto (55), warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, meninggal pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB akibat luka bakar sekitar 90 persen. Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi saat tiga teknisi memperbaiki instalasi gas elpiji di SPPG tersebut.
Berikut fakta-fakta terbaru ledakan SPPG Puri Medali:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Edi meninggal setelah 7 hari dirawat
Edi merupakan salah satu dari tiga teknisi PT Energi Alam Utama yang berada di SPPG Puri Medali saat ledakan terjadi pada Kamis (13/8), dan setelah mengalami luka bakar hingga 90 persen, Edi sempat mendapat penanganan di RS Gatoel Mojokerto sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan selama tujuh hari.
"Penyebab kematian itu karena luka bakar 90%, dirawat beberapa hari di RSUD dr Soetomo namun tidak selamat. (Edi meninggal) Jam 5 tadi pagi," terang Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata kepada detikJatim, Kamis (20/8/2026).
Jenazah Edi tiba di rumah duka sekitar pukul 11.39 WIB menggunakan mobil jenazah RSUD dr Soetomo, kemudian disalatkan di masjid sebelum dimakamkan di Makam Dusun Kalijaring.
2. Edi pemilik perusahaan pemasok gas
Edi diketahui merupakan pemilik PT Energi Alam Utama, perusahaan yang menyuplai gas elpiji ke SPPG Mojokerto Puri Medali, dan saat ledakan terjadi ia berada di lokasi bukan sebagai pengelola SPPG, melainkan menjalankan tugas teknis untuk memperbaiki instalasi gas bersama dua teknisi lainnya.
"Dia sebagai mitra, tidak ada kaitannya dengan SPPG. Sejauh ini, keluarga juga menyadari itu risiko teknisi. Posisi kebakaran itu kan memang yang bersangkutan sedang melaksanakan pekerjaannya," jelas Andi.
Andi mengatakan Edi langsung mendapat tindakan gawat darurat setelah tiba di rumah sakit, tetapi luka bakar yang dideritanya sangat berat sehingga nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan.
"Luka bakarnya sudah terlihat sejak penanganan awal di IGD. Sejak awal sudah ada tindakan gawat darurat," tandas Andi.
3. Dua teknisi lain alami luka bakar
Selain Edi, dua teknisi PT Energi Alam Utama lainnya, yakni Piter Nando (36), warga Porong, Sidoarjo, dan Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, juga mengalami luka bakar akibat ledakan yang terjadi saat mereka melakukan pekerjaan perbaikan instalasi gas.
Piter mengalami luka bakar sekitar 63 persen, sedangkan Kwin Lan mengalami luka bakar sekitar 45 persen, sementara dua relawan SPPG lainnya mengalami luka setelah tertimpa bagian plafon yang runtuh akibat ledakan.
4. Tiga teknisi datang karena ada masalah instalasi gas
Ledakan terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB ketika tiga teknisi PT Energi Alam Utama sedang melakukan perbaikan instalasi gas elpiji di SPPG Puri Medali, setelah pihak SPPG disebut meminta bantuan karena terdapat masalah pada instalasi tersebut.
"Yang saya dapat info mereka (3 korban) melakukan perbaikan. Infonya ada permintaan dari SPPG-nya karena ada masalah gas. Itu yang secara umum saya terima laporannya," ungkap Andi.
Ledakan kemudian disusul kebakaran yang membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan, sedangkan atap empat ruangan, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat, mengalami kerusakan hingga ambruk.
5. Api dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB
Besarnya ledakan menyebabkan kebakaran di bagian bangunan SPPG sehingga petugas pemadam kebakaran mengerahkan sedikitnya dua unit truk untuk melakukan penanganan di lokasi, dan setelah berjibaku dengan api, petugas berhasil memadamkan kebakaran sekitar pukul 22.30 WIB.
Peristiwa tersebut membuat aktivitas SPPG Puri Medali dihentikan sementara, sedangkan penyediaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan ke sejumlah SPPG di sekitarnya.
6. Polisi selidiki penyebab ledakan
Polres Mojokerto masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut, dengan olah TKP melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Inafis Satreskrim Polres Mojokerto.
"Kami melakukan pendalaman untuk betul-betul memastikan ada tindak pidana apa tidak dalam kebakaran itu, unsur sengajanya ada atau tidak, lebih ke situ," terangnya ketika dikonfirmasi detikJatim, Kamis (20/8/2026).
Menurut Andi, hasil pemeriksaan Labfor belum diserahkan kepada penyidik sehingga polisi masih menunggu hasil identifikasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
"Mereka yang bekerja untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan lain sebagainya. Hasilnya belum dikasih ke kami," jelasnya.
Hingga Kamis (20/8), polisi belum menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam insiden tersebut, sedangkan pemeriksaan terhadap saksi masih dilakukan di lapangan dan belum ada pihak yang dipanggil secara khusus ke Polres Mojokerto.
"Belum ada yang kami mintai keterangan dengan mengundang. Semua penyelidikan di lapangan," ujarnya.
Andi kembali menegaskan bahwa hasil penyelidikan sementara belum menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam ledakan dan kebakaran tersebut.
"Sampai saat ini masih belum menemukan ada dugaan tindak pidana," tegasnya.
7. Pemkab Mojokerto minta kejadian jadi evaluasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Edi dan meminta insiden tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan, khususnya di SPPG yang menjalankan program MBG.
"Ke depan jangan sampai kejadian ini terulang kembali, termasuk untuk SPPG lainnya," tandasnya.
SPPG Puri Medali berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dan dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group dengan kapasitas penyediaan sekitar 3.700 porsi MBG setiap hari.
Pasca-ledakan, penyediaan MBG dari SPPG tersebut untuk sementara dilimpahkan kepada sejumlah SPPG di sekitarnya.
Simak Video "Menikmati Kebahagiaan Sederhana Tanpa Gadget di Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
