Tragedi Ledakan SPPG di Mojokerto Tewaskan Teknisi

Round Up

Tragedi Ledakan SPPG di Mojokerto Tewaskan Teknisi

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Jumat, 21 Agu 2026 08:00 WIB
Jenazah Edi Suyanto (55), korban ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali saat hendak dimakamkan
Jenazah Edi Suyanto (55), korban ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali saat hendak dimakamkanFoto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Mojokerto -

Ledakan SPPG Puri Medali Mojokerto meninggalkan duka mendalam. Edi Suyanto (55), salah satu teknisi, meninggal dunia setelah tujuh hari menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Edi mengembuskan napas terakhir pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB akibat luka bakar yang mencapai 90 persen.

Jenazah warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, itu tiba di rumah duka sekitar pukul 11.39 WIB. Kedatangan jenazah menggunakan mobil jenazah RSUD dr Soetomo disambut tangis keluarga dan para pelayat yang telah berkumpul sejak pagi.

Peti jenazah Edi kemudian disemayamkan di masjid untuk disalatkan. Setelah itu, jenazah dibawa ke Makam Dusun Kalijaring untuk dimakamkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan Edi meninggal setelah menjalani perawatan akibat luka bakar berat.

"Penyebab kematian itu karena luka bakar 90%, dirawat beberapa hari di RSUD dr Soetomo namun tidak selamat. (Edi meninggal) Jam 5 tadi pagi," terang Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata kepada detikJatim, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

Edi diketahui merupakan pemilik PT Energi Alam Utama, perusahaan yang menyuplai gas elpiji ke SPPG Mojokerto Puri Medali. Saat ledakan terjadi, Edi tengah menjalankan tugas sebagai teknisi untuk memperbaiki instalasi gas elpiji.

Ia tidak bekerja seorang diri. Dua teknisi lain dari PT Energi Alam Utama, yakni Piter Nando (36), warga Porong, Sidoarjo, dan Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto, juga berada di lokasi dan mengalami luka bakar.

Andi menegaskan Edi dan dua teknisi lainnya berada di SPPG sebagai mitra untuk melakukan pekerjaan teknis, bukan bagian dari pengelola SPPG.

"Dia sebagai mitra, tidak ada kaitannya dengan SPPG. Sejauh ini, keluarga juga menyadari itu risiko teknisi. Posisi kebakaran itu kan memang yang bersangkutan sedang melaksanakan pekerjaannya," jelas Andi.

Sesaat setelah ledakan, Edi dievakuasi ke RS Gatoel, Kota Mojokerto. Karena mengalami luka bakar hingga 90 persen, Edi kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Namun, setelah menjalani perawatan selama tujuh hari, nyawanya tidak tertolong.

"Luka bakarnya sudah terlihat sejak penanganan awal di IGD. Sejak awal sudah ada tindakan gawat darurat," tandas Andi.

Sementara itu, dua teknisi lainnya juga mengalami luka bakar serius. Piter mengalami luka bakar sekitar 63 persen, sedangkan Kwin Lan sekitar 45 persen.

Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG juga mengalami luka setelah bagian plafon runtuh akibat ledakan.

Ledakan terjadi saat teknisi perbaiki gas

Ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali terjadi pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat kejadian, tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama tengah melakukan perbaikan instalasi gas elpiji.

Andi mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa para teknisi datang setelah terdapat masalah pada instalasi gas di SPPG tersebut.

"Yang saya dapat info mereka (3 korban) melakukan perbaikan. Infonya ada permintaan dari SPPG-nya karena ada masalah gas. Itu yang secara umum saya terima laporannya," ungkap Andi.

Ledakan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan atap empat ruangan ambruk. Ruangan yang terdampak meliputi ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat.

Ledakan kemudian disusul kebakaran. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan.

Sedikitnya dua truk pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api. Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Polisi masih selidiki penyebab ledakan

Setelah insiden tersebut, polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.

Andi mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

"Kami melakukan pendalaman untuk betul-betul memastikan ada tindak pidana apa tidak dalam kebakaran itu, unsur sengajanya ada atau tidak, lebih ke situ," terangnya ketika dikonfirmasi detikJatim, Kamis (20/8/2026).

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Inafis Satreskrim Polres Mojokerto.

"Mereka yang bekerja untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan lain sebagainya. Hasilnya belum dikasih ke kami," jelasnya.

Untuk pemeriksaan saksi, polisi sejauh ini belum memanggil pihak tertentu ke Polres Mojokerto. Penyelidik masih menggali keterangan dari sejumlah saksi di lapangan.

"Belum ada yang kami mintai keterangan dengan mengundang. Semua penyelidikan di lapangan," ujarnya.

Andi kembali menegaskan bahwa hingga Kamis (20/8), penyelidikan belum menemukan dugaan tindak pidana.

"Sampai saat ini masih belum menemukan ada dugaan tindak pidana," tegasnya.

Sekda Mojokerto minta jadi evaluasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Edi. Ia berharap insiden ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ke depan jangan sampai kejadian ini terulang kembali, termasuk untuk SPPG lainnya," tandasnya.

SPPG Mojokerto Puri Medali yang dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. SPPG tersebut milik BPL, warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Mojokerto, dan setiap hari menyediakan sekitar 3.700 porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasca-ledakan, penyediaan MBG dari SPPG tersebut dilimpahkan sementara ke sejumlah SPPG di sekitarnya.

Dengan meninggalnya Edi, insiden ledakan SPPG Mojokerto Puri Medali kini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Sebelumnya, tiga teknisi mengalami luka bakar serius dan dua relawan mengalami luka akibat tertimpa plafon yang runtuh.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan dan mengetahui apakah terdapat unsur kesengajaan atau tindak pidana dalam peristiwa tersebut.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads