Satu Korban Ledakan di SPPG Mojokerto Meninggal

Satu Korban Ledakan di SPPG Mojokerto Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 20 Agu 2026 18:00 WIB
Jenazah Edi Suyanto (55), korban ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali saat hendak dimakamkan
Jenazah Edi Suyanto (55), korban ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali saat hendak dimakamkan (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Edi Suyanto (55), korban ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali meninggal dunia setelah dirawat selama 7 hari di RS dr Soetomo, Surabaya. Suasana haru mewarnai pemakaman warga Dusun Kalijaring, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto ini.

Jenazah Edi dibawa ke rumah duka menggunakan mobil jenazah RSUD dr Soetomo sekitar pukul 11.39 WIB. Kedatangan jenazah disambut tangis istri, anak dan saudara kandung korban. Para pelayat yang berkumpul sejak pagi tadi juga menyambut kedatangan jenazah.

Peti berisi jenazah Edi lantas disemayamkan di masjid untuk disalati. Selanjutnya, para pelayat membawanya ke makam Dusun Kalijaring untuk dikebumikan. Mendiang Edi merupakan pemilik PT Energi Alam Utama yang menyuplai gas elpiji ke SPPG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyebab kematian itu karena luka bakar 90%, dirawat beberapa hari di RSUD dr Soetomo namun tidak selamat. (Edi meninggal) Jam 5 tadi pagi," terang Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata kepada detikJatim, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ketika terjadi ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali, Edi selaku teknisi yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas elpiji. Ia bersama 2 teknisi lainnya, yaitu Piter Nando (36), asal Porong, Sidoarjo dan Kwin Lan (48), warga Dusun Clangap, Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto.

"Dia sebagai mitra, tidak ada kaitannya dengan SPPG. Sejauh ini, keluarga juga menyadari itu risiko teknisi. Posisi kebakaran itu kan memang yang bersangkutan sedang melaksanakan pekerjaannya," jelas Andi.

Pasca ledakan, Edi langsung dievakuasi ke RS Gatoel, Kota Mojokerto. Korban lantas dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya karena luka bakar pada tubuhnya mencapai 90%. Namun, nyawa Edi tak bisa diselamatkan setelah 7 hari menjalani perawatan.

"Luka bakarnya sudah terlihat sejak penanganan awal di IGD. Sejak awal sudah ada tindakan gawat darurat," tandas Andi.

Sebelumnya, ledakan hebat terjadi di SPPG Mojokerto Puri Medali pada Kamis (13/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Kerasnya ledakan mengakibatkan atap 4 ruangan ambruk. Yaitu atap ruangan pemorsian, ruangan omprengan, kantor, serta ruang rapat.

Tidak hanya itu, ledakan juga disusul kebakaran besar di SPPG Mojokerto Puri Medali. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sedikitnya 2 truk PMK dikerahkan ke lokasi. Sehingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibat ledakan ini, 3 teknisi gas dari PT Energi Alam Utama menderita luka bakar serius. Edi luka bakar 90%, Piter sekitar 63% dan Kwin Lan sekitar 45%. Ditambah 2 relawan SPPG yang kepalanya terluka karena tertimpa plafon yang runtuh.

SPPG Mojokerto Puri Medali Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group terletak di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. SPPG milik BPL, warga Desa Karangkedawang, Sooko, Mojokerto ini menyediakan 3.700 porsi MBG per hari.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads