Lomba Ngomel Bojo atau Istri Ngomel Suami di Perumahan Green Hill, Desa Sekarkurung, Kebomas, Gresik, ternyata digelar bukan sekadar untuk lucu-lucuan. Di balik lomba yang mengundang tawa itu, ada pesan mulia yang ingin disampaikan oleh panitia.
Sekretaris RW Nur Sholeh mengatakan, ide tersebut muncul setelah dirinya melihat tingginya angka perceraian di Gresik. Warga kemudian ingin membuat lomba yang berbeda sekaligus menyelipkan pesan agar pasangan tidak mengabaikan keluarga demi kesenangan pribadi.
"Karena ingin membuat lomba yang berbeda dan tidak pernah ada. Saya ingin ada sesuatu yang unik dalam perayaan kemerdekaan, tetapi sekaligus ada pesan yang bisa disampaikan kepada warga," tutur Nur Sholeh, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keresahan tersebut semakin muncul setelah ia mencari informasi mengenai kasus perceraian di Kabupaten Gresik melalui internet. Ia mengaku prihatin melihat persoalan rumah tangga yang berujung pada perceraian.
"Saya sendiri pernah searching di Google, melihat perceraian di Kabupaten Gresik yang tinggi. Kami prihatin melihat keadaan itu, makanya dibuatlah lomba ini," imbuhnya.
Lomba tersebut kemudian dikemas dengan konsep yang ringan. Para ibu diminta menyampaikan omelan kepada suami secara kreatif, termasuk menyinggung kebiasaan suami yang terlalu asyik dengan hobi maupun aktivitas bersama teman.
Nur Sholeh menyebut, keluhan semacam itu juga pernah disampaikan langsung oleh sejumlah ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, persoalannya bukan pada hobi, melainkan ketika hobi dilakukan secara berlebihan sampai kewajiban terhadap keluarga terlupakan.
"Saya juga mendapat keluhan dari ibu-ibu tentang para suaminya yang kadang lupa ketika menyalurkan hobi secara berlebihan. Misalnya hobi ngopi atau kicau burung," lanjut Nur Sholeh.
Warga berharap pesan yang disampaikan melalui lomba tersebut tidak berhenti sebagai bahan tertawaan. Para suami diharapkan tetap bisa menikmati hobi, tetapi tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas.
"Jangan sampai hobi kita mengalahkan kewajiban terhadap keluarga. Boleh kita main burung kicau, tapi jangan sampai melupakan kewajiban. Jangan sampai lupakan keluarga," tegasnya.
Menurut Nur Sholeh, kegiatan tersebut menjadi cara warga menyampaikan pesan rumah tangga tanpa harus membuat suasana menjadi kaku. Omelan yang biasanya muncul dalam situasi serius justru dikemas menjadi hiburan dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia berharap pesan tersebut bisa menjadi pengingat bagi pasangan suami istri untuk saling memperhatikan. Hobi, nongkrong, ngopi maupun berkumpul dengan teman tetap boleh dilakukan, tetapi jangan sampai waktu dan tanggung jawab kepada keluarga terabaikan.
"Intinya bukan melarang suami menjalankan hobinya. Yang penting tahu batas, tahu waktu, dan kewajiban kepada keluarga tetap dijalankan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, lomba Istri Omel Suami tersebut digelar di halaman RT 05 RW 04 Perumahan Green Hill pada Minggu malam (16/8/2026). Selain menghadirkan gelak tawa warga, lomba itu juga menjadi cara unik untuk menyelipkan pesan tentang pentingnya menjaga komunikasi dan keharmonisan rumah tangga.
Lomba Ngomel Bojo baru pertama kali digelar di lingkungan tersebut. Selain menjadi hiburan dalam malam tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga dilengkapi hadiah total Rp 1 juta dalam bentuk uang tunai.
