Polisi Pakai Metode Ini untuk Cari Penumpang KM Mutiara yang Masih Hilang

Polisi Pakai Metode Ini untuk Cari Penumpang KM Mutiara yang Masih Hilang

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 14:15 WIB
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berpenumpang sekitar 250 orang penumpang tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran dari Surabaya ke Makassar dan saat ini masih belum bisa dipastikan jumlah korbannya. ANTARAFOTO/Umarul Faruq
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Surabaya -

Ditpolairud Polda Jatim terus melakukan pencarian lima penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang diduga masih hilang. Meski posko SAR telah dihentikan, patroli dan penyisiran di perairan Sumenep tetap dilakukan setiap hari.

Dalam pencarian tersebut, polisi menggunakan metode spiralisasi dan membuat perimeter hingga radius 10 mil dari titik lokasi kejadian. Ditpolairud Polda Jatim juga menggandeng kelompok nelayan untuk membantu mencari kemungkinan korban yang terdampar di pulau-pulau sekitar Sumenep.

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara mengatakan, pencarian masih terus dilakukan secara rutin. Pihaknya juga menerapkan metode khusus untuk menyisir keberadaan lima penumpang yang diduga hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pakai metode spiralisasi dan membuat parimeter 10 mil ke sekitar titik lokasi juga, skema sekarang ini kami lakukan skema penyisiran di setiap wilayah di pulau-pulau Sumenep, tujuannya agar bisa menyisir mereka yang terdampar," kata Arman kepada detikJatim, Selasa (18/8/2026).

Selain menyisir perairan, polisi juga berkoordinasi dengan para nelayan di sekitar Sumenep. Arman mengatakan pihaknya bersiaga 24 jam untuk menerima informasi terkait keberadaan para penumpang yang diduga hilang.

ADVERTISEMENT

"Kami juga koordinasi dan sinkronisasi dengan kelompok-kelompok nelayan setempat, sudah kami sampaikan kepada seluruh nelayan yang ada di sekitaran Sumenep," ujarnya.

Untuk mengetahui dugaan penyebab terbakar hingga pelanggaran sebelum kapal berlayar, Arman mengaku masih mendalaminya melalui Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim. Menurut dia, keterangan dari para saksi juga masih terus digali.

"Kami menggunakan SCI (Scientific Crime Investigation) untuk mengetahui dari awal, orang, dan pelabuhan, di situ akan dimintai kesaksian. Data manifes, sama pemeriksaan data perjalanan kapal yang dikeluarkan dari darat juga kami kroscek, dari hulu hingga ke hilir, semua kami lakukan pemeriksaan," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads