Polisi Masih Sisir Perairan Sumenep Cari Korban KM Mutiara Sentosa 2

Polisi Masih Sisir Perairan Sumenep Cari Korban KM Mutiara Sentosa 2

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 15 Agu 2026 15:15 WIB
Kebakaran melanda kapal KM Mutiara Sentosa 2 di perairan lepas pantai Pulau Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut membuat ratusan penumpang panik dan harus dievakuasi setelah api membesar di tengah perjalanan. REUTERS/BASARNAS
KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan lepas pantai Pulau Madura (Foto: REUTERS/BASARNAS)
Sumenep -

Kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang dalam insiden tenggelamnya KMP Mutiara Sentosa 2. Upaya pencarian tetap dilakukan meski Posko SAR nasional telah ditutup oleh Kementerian Perhubungan dan Basarnas.

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Arman Asmara mengatakan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan. Menurutnya, Ditpolairud Polda Jatim tetap melanjutkan pencarian di luar operasi SAR yang telah dihentikan.

"Kami tetap lakukan pencarian terus di luar SAR," kata Arman saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (15/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya itu menegaskan bahwa pihaknya juga masih membuka posko pengaduan bagi keluarga korban. Keluarga yang merasa anggota keluarganya belum ditemukan diminta segera melapor dengan melampirkan sejumlah dokumen pendukung.

"Kami (Ditpolairud dan Biddokkes Polda Jatim) tetap buka posko pengaduan terhadap korban yang belum ditemukan, dengan melengkapi lampiran bukti pelengkap," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain membuka posko pengaduan, Ditpolairud Polda Jatim juga terus berkoordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi tenggelamnya KM Mutiara Sentosa 2. Polisi juga kembali menyisir sejumlah wilayah pesisir dan perairan di Kabupaten Sumenep.

Arman menuturkan bahwa pihaknya menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk menelusuri kembali seluruh rangkaian peristiwa sejak awal kejadian. Proses tersebut juga mencakup pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan insiden tersebut.

"Polair menggunakan SCI (Scientific Crime Investigation) untuk mengetahui dari awal (peristiwa), orang, dan pelabuhan. Di situ mereka akan dimintai kesaksian (pasca kejadian dan temuan yang diperoleh)," tuturnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads