Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap perkembangan terbaru terkait kondisi KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Madura. Memasuki hari ketiga pascakejadian, kapal tersebut sudah tidak lagi terlihat di permukaan laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, pada hari pertama dan kedua setelah kebakaran, posisi kapal masih dapat dipantau meski dalam kondisi miring. Namun, ketika KN SAR Permadi kembali ke lokasi setelah mengantarkan korban selamat ke Bangkalan, kapal itu sudah tidak ditemukan.
"Pada hari pertama dan hari kedua kapal tersebut masih ada. Namun saat KN SAR Permadi kembali ke lokasi setelah mengantarkan korban, kapal sudah tidak terlihat lagi di atas permukaan," kata Syafii saat konferensi pers, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memastikan keberadaan kapal, Basarnas mengerahkan pencarian dari udara menggunakan pesawat TNI AL jenis NC-212 dan helikopter AW169 milik Polri. Pencarian dilakukan dengan pola pencarian (square search) di koordinat terakhir kapal diketahui berada.
Namun, hingga dua hari pelaksanaan pencarian udara, bangkai KM Mutiara Sentosa II belum berhasil ditemukan.
"Kita yakinkan dengan dua kali penerbangan. Pesawat TNI AL melaksanakan pencarian sekitar dua setengah jam, kemudian helikopter Polri juga melakukan pencarian selama dua hari berturut-turut. Hasilnya kapal tidak ditemukan di permukaan," ujarnya.
Syafii mengatakan, langkah selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Apabila Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memerlukan dukungan untuk menemukan posisi kapal dalam rangka investigasi penyebab kebakaran, Basarnas siap membantu operasi pencarian.
"Kalau memang KNKT membutuhkan keberadaan kapal itu, tentunya operasi yang kita laksanakan adalah mendukung KNKT untuk menemukannya," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan prioritas Basarnas tetap pada keselamatan manusia. Apabila di kemudian hari muncul laporan adanya korban yang belum ditemukan, operasi pencarian akan kembali difokuskan untuk mencari korban sesuai situasi dan kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Basarnas memastikan seluruh 238 orang yang berada di atas KM Mutiara Sentosa II telah terdata. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 orang selamat dan lima orang ditemukan meninggal dunia, sehingga operasi SAR khusus resmi dihentikan dan dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan.
KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar hebat pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Nakhoda kapal sempat melaporkan insiden tersebut kepada pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), sebelum akhirnya komunikasi terputus total.
Kantor SAR Surabaya bersama Syahbandar Tanjung Perak dan unsur SAR gabungan langsung mengerahkan operasi penyelamatan darurat usai menerima laporan tersebut.
Berdasarkan data manifes resmi Polairud Polda Jatim, kapal tersebut mengangkut total 232 orang, yang terdiri 219 orang sopir dan kernet, dan 13 orang penumpang dewasa
Selain membawa ratusan penumpang, kapal juga mengangkut 181 unit kendaraan yang meliputi sepeda motor, mobil pribadi, truk sedang, truk besar, tronton, hingga satu unit alat berat.
Akibat tragedi ini sebanyak 5 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 227 penumpang lainnya selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.
