Kondisi Terkini Kebakaran Bromo yang Meluas hingga 900 Hektare Lebih

Kondisi Terkini Kebakaran Bromo yang Meluas hingga 900 Hektare Lebih

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 14 Agu 2026 06:02 WIB
Penanganan kebakaran Bromo
Penanganan kebakaran Bromo (Foto: Istimewa)
Malang -

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus dilancarkan secara masif. Tim gabungan menerjunkan ribuan personel hingga mengerahkan armada udara guna menaklukkan si jago merah yang membakar lereng-lereng terjal.

Danrem 083/Bdj selaku Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, membeberkan pembaruan kondisi terkini di lapangan. Hingga saat ini, luasan area terdampak telah melampaui 900 hektare.

"Sekarang 900 hektare. Nanti kita tunggu updatenya. Yang jelas ini sudah 900 hektare lebih," kata Wahyu kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyu menjelaskan, kobaran api di titik Pakis Pincil yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo sejauh ini sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, petugas di lapangan masih terus melakukan penyisiran.

"Kalau Pakis Pincil sudah padam. Tapi perlu dipastikan lagi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, pergerakan api di titik lain sempat meluas pada malam hari. Kobaran api di Bukit Cinta merembet hingga ke Bukit Kingkong, bahkan mendekati area pos pemantauan di Seruni Point pada dini hari.

"Yang di Bukit Cinta itu merembet tadi malam sampai ke Bukit Kingkong. Paginya tadi kita melihat sekitar pukul 03.30 WIB itu sudah merembet di bawah Seruni Point, pos pemantauan ini," ungkap Wahyu.

Tak hanya perambatan langsung, munculnya hotspot atau titik panas baru akibat terbawa angin juga menjadi ancaman serius. Petugas memantau adanya loncatan bunga api yang memicu kebakaran di kawasan dekat Argowulan.

"Yang harus diwaspadai oleh kita semua adalah titik-titik panas atau hotspot yang bisa mengakibatkan firespot lagi. Tadi pagi kita melihat ada loncatan titik api ke daerah lain, sehingga menyebabkan titik api di tempat sebelahnya dekat Argowulan. Ini tadi sudah dipadamkan, muncul lagi," terangnya.

Proses pemadaman darat menghadapi kendala berat akibat kondisi geografis. Seluruh area kebakaran didominasi oleh tebing dan lereng curam yang sangat berbahaya bila dijangkau personel secara langsung.

"Jadi tidak ada yang medan datar, seluruhnya adalah lereng, ketinggian, dan itu akan menyulitkan atau mempersulit kita dalam upaya pemadaman," tegas Wahyu.

Menyiasati medan terjal tersebut, strategi pemadaman dari udara (water bombing) menjadi tumpuan utama. Sebanyak tiga helikopter dikerahkan untuk mengguyur titik-titik api dari langit.

"Pagi ini kita sudah melaksanakan water bombing dari tiga sorti atau tiga heli. Harapan kita bisa dimaksimalkan," tutur Wahyu.

Ia menambahkan, kelancaran operasi water bombing sangat bergantung pada pergerakan cuaca di jalur penerbangan helikopter menuju pangkalan.

"Insya Allah cuacanya baik. Kita tidak hanya melihat cuaca di sini baik, tapi pada saat pengambilan air dan kembali ke Lanud atau return to base, itu juga harus kondisinya aman, tidak berkabut," imbau Wahyu.

Kekuatan di jalur darat pun tak kalah masif. Hampir 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat pemadaman.

Tim Penanganan Karhutla menargetkan seluruh titik api dapat teratasi sepenuhnya pada hari Jumat.

"Jumlah personel saat ini dengan masyarakat hampir 1.500 orang. Kita sesuai dengan target pemadaman hari Jumat. Karena sasarannya ada di lereng dan ketinggian yang tentunya tidak bisa kita jangkau secara fisik oleh manusia, jadi kita mengandalkan water bombing. Harapannya kita selesai," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads