Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Ribuan wisatawan yang telah mengantongi tiket masuk ke Gunung Bromo terpaksa membatalkan rencana liburan mereka menyusul kebijakan penutupan total kawasan wisata tersebut.
Sebagai langkah penanganan bagi pengunjung terdampak, Balai Besar TNBTS membuka opsi pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang kunjungan (reschedule).
Langkah ini merespons penjualan tiket periode 9 hingga 15 Agustus 2026 yang mencatatkan total 3.062 pembeli, terdiri atas 2.671 wisatawan nusantara (WNI) dan 391 wisatawan mancanegara (WNA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengatakan, mayoritas pengunjung lebih memilih untuk menarik kembali dana pembelian tiket ketimbang menjadwalkan ulang kedatangan mereka.
"Untuk wisatawan nusantara, yang sudah melakukan refund sebanyak 1.944 orang, kemudian yang melakukan reschedule sebanyak 32 orang. Sementara yang belum melakukan pengajuan ada 695 orang," kata Endrip kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Kecenderungan serupa juga terlihat pada kategori wisatawan asing. Seluruh turis mancanegara yang telah memproses tiketnya memutuskan untuk membatalkan kunjungan tanpa ada yang mengajukan pergeseran jadwal.
"Wisatawan mancanegara tidak ada yang reschedule. Yang belum melakukan pengajuan sebanyak 279 orang," ujar Endrip.
Akumulasi data hingga pertengahan minggu ini menunjukkan sebanyak 2.056 wisatawan resmi memilih pengembalian uang, sementara opsi penundaan jadwal hanya dimanfaatkan oleh 32 orang.
Di sisi lain, tercatat 974 wisatawan yang belum menentukan pilihan layanan kompensasi yang disediakan oleh pihak pengelola.
Endrip menegaskan bahwa penutupan total akses wisata yang diberlakukan sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB ini diambil demi keselamatan pengunjung.
Langkah tersebut sekaligus mempermudah ruang gerak tim gabungan dalam memadamkan kobaran api yang pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan pada Senin (3/8/2026) lalu.
Pihaknya mengimbau para pemegang tiket terdampak untuk segera memanfaatkan skema refund atau reschedule sesuai dengan kebutuhan masing-masing selama masa tanggap darurat berlangsung.
